Langsung ke konten utama

Postingan

Buah Dari Kesabaran Jerman

         Kamis, 11 April 2013 akhirnya perempat final Liga Champions 2012/13 rampung. Total delapan laga yang dirangkum dalam pertandingan kandang dan tandang selesai. Hasil tersebut menghasilkan empat tim yang akan berlaga di babak semi final. Uniknya keempat tim tersebut hanya mewakili 2 negara, yaitu Jerman dan Spanyol. Jerman yang diwakili oleh Bayern Munich dan Borrusia Dortmund, sedangkan Spanyol diwakili oleh 2 klub raksasa Real Madrid dan Barcelona. Pada fase perempat final keempat tim tersebut dengan susah payah berhasil mengalahkan lawan-lawanya. Diawali Borrusia Dortmund yang dengan susah payah berhasil mengalahkan tim debutan asal Spanyol, Malaga dengan agregat 3-2 (0-0 ; 3-2). Kemudian , disusul oleh klub ibu kota Spanyol, Real Madrid yang berhasil mengalahkan Galatasaray. Walau pada pertandingan leg-2 yang dilakukan di Turk Telecom Arena, kandang Galatasaray Real Madrid harus mengalami kekalahan dengan skor 3-2. Namun Real Madr...

FURBIZIA

Ditulis Oleh: Arief Natakusumah (GM Editorial / Wakil Pemimpin Redaksi Tabloid Bola) Tabloid Bola Edisi 2463   Senin-Rabu, 4-6 Februari 2013 S uatu hari Jaap Stam menggaruk-garuk jidatnya ketika diberi tugas menjaga Pippo Inzaghi, yang gampang terpelanting. Kepercayaan diri bek Manchester United itu tergerogoti. Ia bak berada di tapal batas kewarasan. Persoalan bukan secara fisik, lantaran badan orang Belanda itu lebih besar dan kuat. Problemnya: berkali-kali Stam terjebak tipu daya prima punta yang ceking itu sehingga timnya sering dihukum tendangan bebas dan dia pun dikartu kuning. Ia tak berpengalaman menjaga striker Serie A, yang lazimnya licik, tak boleh di-man-to man-marking kecuali di-zonal marking. Apa kesalahan Stam? Sebenarnya tak ada! Inilah menariknya sepak bola Italia. Aturan kerap menjadi persepsi, lantas persepsi sering menjadi aturan. Sepak bola selalu berjalan baik bila “dimainkan” dengan otak. Lagi pula, orang Italia beranggapan dosa...

FANTASIA

FANTASIA Oleh : Arief Natakusumah Tabloid Bola Edisi 2460 Pekan demi pekan, Serie A menata imperiumnya usai terkena imbas krisis moral sampai ekonomi. Sepak bola selalu soal era. Sehebat apa pun model bisnisnya, permainan ini tetap berakar pada budaya, ekspresi, dan taktik: trilogi Renaissance yang pernah lahir di Italia. Mereka punya sejarah hebat untuk meraih kejayaannya lagi. Sejak lama Serie A kerap divonis berlebihan. Dari mengutuk filosofinya, menggugat catenaccio , sampai dianggap taktik memalukan. Padahal, opini seperti itu justru menegaskan ketidakmengertian pada esensi calcio. Dalam kesempatan kali ini, saya mengajak anda untuk sekilas membedah inti permainan Italia yang jadi ramuan tersuci mereka: fantasia dan furbizia. layaknya konsep menyerang-bertahan, sepak bola itu peperangan. Pada teori kesempatan, ia menjadi arena persaingan sehari-hari. Jadi, bebas saja melakukan strategi apa pun. Lagi pula tak ada dosa di calcio .   Seperti itu kira-kira pikiran...

DARI SKOTLANDIA UNTUK SETAN MERAH

Manchester United merupakan salah satu klub besar yang dimiliki oleh Britania Raya. Klub ini telah berdiri lebih dari satu abad dan memiliki kisah tentang jatuh bangunnya untuk bertahan dalam sepakbola professional. Berawal dari sebuah depot kereta api Lancashire dan Yorkshire di Newton Heath, klub sepak bola terbentuk. Nama klub sepak bola tersebut adalah Newton Heath Lancashire and Yorkshire Railway Football Club (Newton Heath LYR F.C) yang beranggotakan para pekerja depot kerata api tersebut sebagai pemainnya. Klub inilah yang merupakan cikal bakal dari klub yang saat ini dikenal dengan Manchester United. Pada tahun 1902 Newton Heath LYR FC mengalami kesulitan keuangan dan terancam bangkrut. Berbagai upaya dilakukan untuk menggalang dana menyelamatkan klub tersebut. Salah satu yang unik adalah menggunakan anjing bernama Major. Major adalah anjing milik kapten Harry Stafford. Major anjing penghibur yang setiap pertandingan berkeliling ke bangku penonton untuk mengumpulkan sumbang...

Faktor Wasit Yang Menentukan

Partai semifinal Liga Champions musim 2011/2012 yang mempertemukan antara Barcelona melawan Chelsea pada tanggal 19 April 2012, mengingatkan kembali akan memori semifinal 2008/2009.   Pertandingan yang kala itu meloloskan Barcelona ke final dan menjadikannya juara, sempat mengundang kontroversi. Pertandingan Leg-2 yang menentukan kala itu diwarnai keputusan kontroversial wasit Tom Hening Ovrebo. Pertandingan yang digelar di Stamford Bridge kala itu sangat menentukan, mengingat pada leg-1 di Camp Nou hasil yang didapat adalah skor kacamata alias 0-0. Chelsea diwajibkan menang di leg-2 serta Barcelonan hanya butuh hasil imbang dengan mencetak gol ke gawang lawan.   Chelsea sempat merajut asa dengan mencetak gol terlebih dahulu lewat tendangan jarak jauh Mikael Essien. Keunggulan Chelsea tersebut bertahan hingga 90 menit waktu normal. Namun, di injury time terjadi dua kejadian yang merubah hasil pertandingan. Menit 92’ Andres Iniesta mencetak gol yang berharga bagi Barcelona u...