Langsung ke konten utama

ITALIA: DARI TEKANAN HINGGA KE MITOS


Italia merupakan sebuah Negara yang terletak di kawasan Eropa bagian Selatan yang berbatasan langsung dengan Laut Tengah. Italia memiliki sejarah sepak bola yang cukup panjang dan menarik. Italia merupakan pemegang empat kali juara Piala Dunia hingga saat ini. Terbanyak kedua setelah Brazil yang telah menjuarai sebanyak lima kali. Dalam meretas prestasi tingkat dunia Italia memiliki banyak cerita yang menarik , dari ancaman ”Il Duce” Mussolini hingga mitos 12 dan 24 tahun Piala Dunia.
Negara yang saat ini memiliki salah satu liga terbaik di dunia ini memulai perjalanan meraih prestasi pada dekade 1930-an. Italia yang pada saat itu dipimpin oleh Benito Mussolini dengan pemerintahan fasisnya ingin membawa Italia menjadi negara yang unggul di dunia dalam berbagai bidang. Ketika Piala Dunia diselenggarakan pertama kali pada tahun 1930 yang dijuarai oleh Uruguay yang juga selaku tuan rumah, Mussolini melihat bidang olahraga sepak bola ini juga dapat membawa kejayaan nama Italia sebagai pewaris Kekaisaran Romawi. Komitmen tersebut diwujudkan empat tahun kemudian tepatnya pada tahun 1934 Italia menjadi tuan rumah Piala Dunia. Mussolini sangat berambisi untuk meraih juara di ajang empat tahunan tersebut. Hal itu terlihat ketika ia berpesan kepada Timnas Italia dengan nada sedikit mengancam. Pesan tersebut adalah apabila mereka tidak mampu meraih juara Piala Dunia, maka mereka akan dihukum gantung di jalanan. Hal ini membuat pemain Italia berusaha menampilkan permainan terbaik disetiap pertandingan. Hasilnya mereka mampu meraih juara dunia untuk pertama kali setelah mengalahkan Cekoslovakia di babak extra time dengan skor 2-1.
Keberhasilan Italia berlanjut ketika Piala Dunia pada tahun 1938 yang diselenggarakan di Perancis. Dengan dukungan semangat dari ”Il Duce” Mussolini, timnas Italia berhasil menjadi negara pertama yang mampu mempertahankan gelar juara dunia. Setelah Piala Dunia Perancis 1938, kejuaraan ini sempat tidak diselenggarakan akibat Perang Dunia II yang terjadi di Eropa dan juga Perang Pasifik. Perang baru berhenti pada tahun 1945 dengan kemenangan berada di pihak Sekutu. Italia yang bersama dengan Jerman berada di pihak yang berseberangan dengan sekutu harus mengakui kekalahan dengan kondisi negara yang hancur. Di Italia hal ini berdampak ke berbagai bidang termasuk sepak bola. Italia harus kembali membangun kekuatan timnas mereka walaupun akhirnya akan membutuhkan waktu yang cukup lama.
Lima tahun setelah perang usai yakni pada tahun 1950 Piala Dunia kembali diselenggarakan. Brazil menjadi tuan rumah, dan yang keluar sebagai juara setelah masa vacuum adalah Uruguay. Butuh waktu lama bagi Italia untuk dapat kembali meraih juara dalam ajang tersebut. Hal ini baru terjadi ketika Piala Dunia diselenggarakan di Spanyol pada tahun 1982. Ditengah-tengah permasalahan yang terjadi di liga domestik mereka, Italia mampu meraih gelar juara dunia untuk ketiga kalinya setelah mengalahkan Jerman Barat 3-1 di Stadion Santiago Bernabeu. Gelar di tahun 1982 inilah yang nantinya pada Piala Dunia 2006 menjadi tonggak mitos 24 tahun juara dunia Italia. Uniknya pada Piala Dunia 2006 yang diselenggarakan di Jerman, Italia mengalami permasalahan yang sama yang menimpa liga domestiknya seperti pada tahun 1982, yaitu calciopolli. Namun hal itu tidak menghalangi Italia untuk meraih gelar juara ke-4 mereka setelah mengalahkan Perancis melalui drama adu penalti. Mitos 24 tahun terwujud.
”Ada fenomena lain di balik fenomena yang terjadi” inilah yang berlaku bagi Italia. Ada keunikan lain yang terjadi yaitu 12 tahun sebelum Italia meraih gelar juara dunia, Italia mengalami kekalahan atas Brazil di pertandingan final Piala Dunia. Hal ini pertama kali terjadi 12 tahun sebelum Piala Dunia 1982 yaitu tepatnya Piala Dunia 1970 yang diselenggarakan di Meksiko. Italia harus mengakui kekalahan dari Brazil di pertandingan final dengan skor 4-1 di Stadion Azteca, Brazil pun juara. Piala Dunia 1970 juga menjadi Piala Dunia terakhir bagi Pele. Kejadian tersebut terulang ketika Piala Dunia 1994 yang diselenggarakan di Amerika Serikat, 12 tahun sebelum Piala Dunia 2006. Italia kembali harus mengakui keunggulan Brazil di pertandingan final melalui drama adu penalti, Brazil pun juara. Uniknya lagi 12 tahun kemudian pada Piala Dunia 2006 Italia meraih gelar juara setelah menang drama adu penalti dari Perancis.
Banyak cerita dan keunikan yang menyertai sukses Italia dalam bidang sepak bola. Dari tekanan seorang pemimpin hingga mitos yang selalu didengungkan. Tinggal diperhatikan saja apakah mitos tersebut akan berlaku terus?
ERN
18/10/2011

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lekaslah Pulang! Jaga Mental Itu Penting

O ktober memasuki minggu ketiganya di hari ini di tanggal 20. Aku mencoba merenung apa saja yang sudah terjadi dalam 19 hari kebelakang. Memang kalau dipikir-pikir aku sedang memasuki masa burnout. Aku semakin menyadari bahwa burnout ini selalu datang ketika tahun memasuki masa sepertiga akhir. Yah sepertiga kata-kata krusial memang, didalam keyakinanku ada sepertiga malam yang dipercaya tempatnya untuk mengadu kepada yang punya alam semesta agar semuanya dapat didengarkan dan didapatkan solusinya atau jawabanya. Masalah datangnya jawaban pun hanya sang pencipta yang tahu. Tugas sebagai manusia ya hanya meminta. Namun apalah daya sang pendosa ini malah sibuk mengadu, mengetik di blog ini dalam sepertiga malamnya.hehe. Kalau boleh merenungi dan mengeluarkan, ternyata banyak yang membuatku burnout dan aku melampiaskan ke hal-hal lain. Paling umum pasti hal itu membuat produktifitas menurun. Badan ini terasa lelah menghadapi ketidakstabilan kebijakan yang ada di tempat kerja. Saya merasa ...

Selamat Hari Senin Untuk Kesekian Kalinya

Hari ke 293 di tahun 2025, bertepatan dengan hari senin 20 Oktober 2025. Awal pekan yang cerah walaupun suasana hati sedang mendung sebenarnya perkara semalam tim favorit dari kota Merseyside harus takluk dari rival Manchester merahnya. Ya begitulah terkadang kehidupan menciptakan keseimbangan dengan caranya sendiri. Seperti biasa awal pekan disambut dengan pelaksanaan upacara bendera. Pagi ini upacara dipandu oleh kelas XII Sosial 3 dan wali kelasnya sebagai pembina. Sebuah rutinitas biasa khas warisan pendudukan Jepang dimana penduduk desa disuruh berkumpul disebuah tanah lapang dan menghadap ke matahari terbit, hal ini pada saat itu dinamakan sekerei. Sama seperti kebanyakan orang aku menganggap senin itu sangat tidak mengasyikkan untuk disambut. Sebuah hari yang terbiasa kulalui dengan langkah berat. Apalagi harus berhadapan dengan suasana lingkungan   yang sungguh menjemukan. Berhadapan dengan kebijakan-kebijakan setengah matang layaknya tanpa pertimbangan lebih banyak da...

Kisah Suku Sukus Dan Tukus

Tulisan kali ini saya akan mencoba menghadirkan sebuah kisah yang menggambarkan bagaimana sistem kapitalis berkembang dan merubah tatanan kehidupan suatu wilayah. Kisah ini saya kutip langsung dari buku berjudul Satanic Finance karya A. Riawan Amin. Oke langsung saja berikut kisahnya. Syahdan di suatu samudera terdapat dua pulau yang bertetangga sebut saja Pulau Aya dan Pulau Baya. Di pulau Aya, suku Sukus hidup sejahtera. Mereka dikaruniai daratan yang subur. Mereka hidup bercocok tanam. Pertanian mereka menghasilkan sayuran dan buah-buahan tropis. Ikan dan sumber daya laut sangat melimpah. Tidak hanya itu, pulau Aya terkenal dengan panoramanya yang indah. Gemericik air terjun bisa ditemui di banyak tempat. Sungai-sungainya yang jernih juga menjadi daya tarik tersendiri. Tak heran bila pulau ini menjadi tempat tujuan para pelancong dan wisatawan lokal maupun luar pulau. Masyarakat Sukus dikenal memiliki peradaban yang cukup maju. Mereka beruntung, pulau yang mereka tempati...