Oktober memasuki minggu ketiganya di hari ini di tanggal 20. Aku mencoba merenung apa saja yang sudah terjadi dalam 19 hari kebelakang. Memang kalau dipikir-pikir aku sedang memasuki masa burnout. Aku semakin menyadari bahwa burnout ini selalu datang ketika tahun memasuki masa sepertiga akhir. Yah sepertiga kata-kata krusial memang, didalam keyakinanku ada sepertiga malam yang dipercaya tempatnya untuk mengadu kepada yang punya alam semesta agar semuanya dapat didengarkan dan didapatkan solusinya atau jawabanya. Masalah datangnya jawaban pun hanya sang pencipta yang tahu. Tugas sebagai manusia ya hanya meminta. Namun apalah daya sang pendosa ini malah sibuk mengadu, mengetik di blog ini dalam sepertiga malamnya.hehe.
Kalau boleh merenungi dan mengeluarkan, ternyata banyak yang membuatku burnout dan aku melampiaskan ke hal-hal lain. Paling umum pasti hal itu membuat produktifitas menurun. Badan ini terasa lelah menghadapi ketidakstabilan kebijakan yang ada di tempat kerja. Saya merasa sekitar yang mengambil keputusan dan kebijakan tidak kompeten dan berujung pada merugikan orang lain. Semua itu terasa dari awal tahun pelajaran (ketahuan kan pekerjaan ku apa) dimana semua seakan tidak efisien. Bagiku, pekerjaan paling efisien itu ketika satu orang fokus memegang satu pekerjaan atau tingkatan. Namun di tahun ini semuanya berubah, dimana satu orang pendidik harus memegang minimal 2 angkatan, bahkan ada yang tiga. Dan bikin malasnya ada dugaan dan pemikiran kalau guru hanya memegang satu angkatan apalagi kelas akhir, nanti keenakan di april-juni gak ada kerjaan. F*ck you lah.
Aku pikir itu bakal menjadi kekonyolan awal tahun saja, ternyata tahun ini emang lagi pada freestyle kebijakan orang atas. Tes Kompetensi Akademik (TKA), sebuah momen baru di kelas akhir tahun ini. Kebijakan ini keluar dan diterapkan tahun ini oleh Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah dimana hal ini bertujuan untuk mevalidasi nilai rapor siswa terutama yang mengikuti SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi). Intinya TKA ini akan mevalidasi nilai rapor siswa apakah memang nilai-nilainya asli atau hasil katrol nilai. Hal ini akan dilihat dari hasil TKA apakah akan berbeda jauh dengan rata-rata nilai rapor semester 1-5 yang dipakai biasanya ketika SNBP atau kah perbedaanya tidak besar. Kalau perbedaanya terlalu besar otomatis akan dicurigai terjadi katrol nilai.
Namun permasalahan terkait penerapan TKA, tapi sekolah menerapkan kebijakan pendalaman materi untuk mempersiapkan TKA itu di sekolah yang seakan-akan tanpa analisis permendiknas dengan baik dan mendalam. Dalam rilis pertama pembuat suatu kesalahan dalam menterjemahkan mata pelajaran pilihan yang menurutku ya ini efek terlalu terburu-buru dan mendalam dalam memahami kebijakan TKA ini. Dampaknya dari salah memahami mapel pilihan ini sudah bisa diprediksi berdampak pada pemilihan pengajar mapel TKA dan jadwal kegiatan belajar mengajar jadi tidak efisien dan efektif bagi semua tingkatan siswa dan pengajar. Kesalahan-kesalahan pengambilan kebijakan ini bisa dihindari apabila dalam menyikapi kebijakan dipahami dulu secara menyeluruh dasar hukumnya. Setelah memahami dibuatlah perencanaan yang matang, eksekusi yang efisien agar mendapat hasil terbaik. Bukan yang penting ada dan berjalan.
Hal-hal seperti di atas sering terjadi belakangan yang lama-lama membuat jenuh di tempat kerjaan yang akhirnya dilampiaskan dengan yang penting datang tunaikan kewajiban masuk kelas dan lekas pulang. Walaupun agak aneh karena biasanya hal itu jarang terjadi karena biasanya berinteraksi di tempat kerja hingga larut, berdiskusi tentang sekolah menjadi rutinitas. Namun berdiskusi tentang sekolah seperti malas saja toh apapun yang dipikirkan, yang di atas gak pernah berpikir dengan serius, jadi buat apa diskusi warung kopi yang gak jelas di saat ini. Capek rasanya. Itu mungkin yang terjadi di lingkungan sekitar ini secara umum. Kelelahan karena ketidakefisienan, apalagi ditambah dengan cuaca saat ini yang sedang tidak enak sehingga membuat badan jadi mudah sakit. Walaupun dengar-dengar selentingan dari september sampai saat ini oktober memang lagi mewabah penyakit demam. Dan demam kali ini proses sembuhnya lumayan lama, bisa seminggu lebih. Yah itu saya coba ceritakan di ketikan berikutnya kali ya.

Komentar
Posting Komentar