![]() |
| Mo Salah gagal membantu Liverpool melaju di Piala FA |
Sabtu 4 April 2026, malam yang akan hangat bagi fans Liverpool karena akhirnya Liverpool kembali bermain setelah dua minggu absen karena jeda internasional yang membosankan. Persiapan untuk menonton pun pasti dilakukan apalagi malam ini yang dihadapi adalah rival perburuan juara dalam satu dekade terakhir, yaitu Manchester City. Tentu saja hati sangat berdebar karena ini pertandingan besar, karena menurutku ini sangat layak menjadi pertandingan final. Walaupun kondisi Liverpool belakangan sedang mengalami masa sulit dibawah asuhan Arne Slot. Maka dari itu menyambut laga ini sebenarnya perasaan campur aduk, tentu saja inginnya menang, tapi ada rasa pesimis mengingat performa belakangan ini di Liverpool. Namun setidaknya aku berharap Liverpool bisa memberikan semangat berjuang yang luar biasa dalam pertandingan ini.
Harapan sempat ada ketika kick
off dimulai Liverpool mampu mengimbangi City bahkan beberapa kali mampu
melakukan serangan yang cukup membahayakan ke pertahanan Manchester City. Namun
setengah jam laga itu berjalan serangan-serangan yang coba dibangun oleh
Liverpool menemui jalan buntu. Dalam hati mulai berpikir, biasanya kalau kayak
gini biasanya mulai antiklimaks nih. Dan benar terjadi di menit 39 Manchester
City mendapatkan hadiah penalti akibat pelanggaran yang dilakukan oleh Virgil
van Dijk. Entah kenapa musim ini emang Virgil lagi nggak bagus banget. Penalti berhasil
dieksekusi dengan baik oleh Halland yang berhasil mengelabui kiper Liverpool yang
malam itu diembang oleh Mamardashvilli. Setelah gol ini semua menjadi terasa
mudah bagi City, sebelum turun minum Halland sempat mencetak gol keduanya di
malam itu. Liverpool ketinggal 2-0 di half time.
Saat babak kedua pun membalikkan
keadaan Cuma jadi harapan kosong. Lima belas menit babak kedua berjalan pun
City berhasil menambah keunggulan menjadi 4-0 lewat gol Semenyo dan Hattrick
Halland. Harapan awal bisa mengimbangi malah kena bantai. Lalu dari segi
permainan sama sekali tidak menunjukkan semangat liverpool era klopp sama
sekali. Semakin hancur ketika Mo Salah gagal dalam mengeksekusi penalti di
menit 62 yang berhasil ditepis oleh James Trafford yang pada pertandingan ini
bermain gemilang. Kegagalan penalti semakin menjatuhkan mental khususnya bagi
fans Liverpool, menunjukkan betapa hancurnya tim dan mental tim ini di musim
ini.
Sebagai fans melihat kondisi tim
seperti ini sungguh sangat menyedihkan. Pada era sebelumnya, walaupun kalah
dari city, namun masih menunjukkan semangat juang dan pressing yang kuat sehingga
menampilkan permainan yang menghibur. Sepanjang pertandingan pemain seperti
tidak memiliki semangat. Disaat seperti ini sangat merindukan keberadaan sosok
seperti James Milner yang kuat dan Darwin Nunez yang walaupun lemah dalam
mengeksekusi namun memberi pressure yang kuat sepanjang pertandingan. Semangat itulah
yang hilang di Liverpool musim 2025/2026. Selain itu kehilangan Luis Diaz di
sektor kiri yang tidak bisa digantikan anak kesayangan Arne Slot musim ini,
Cody Gakpo.
Jadi, melihat pertandingan City
lawan Liverpool, terlihat memang City lebih siap secara mental dan taktik. Harus
diakui oleh fans The Reds timnya benar-benar hancur musim ini. Arne Slot sudah
tidak bisa menemukan jawaban untuk permasalahan ini, taktiknya sudah banyak
yang tidak berjalan dengan baik. Sepertinya saya sebagai fans LFC menyatakan
sudah saatnya Arne keluar dari Liverpool. Semoga pertandingan selanjutnya bisa
lebih baik walau agak ragu kalau masih ditangani oleh Arne Slot.
| Statistik Pertandingan |
ern
06042026

Komentar
Posting Komentar