Langsung ke konten utama

Faktor Wasit Yang Menentukan


Partai semifinal Liga Champions musim 2011/2012 yang mempertemukan antara Barcelona melawan Chelsea pada tanggal 19 April 2012, mengingatkan kembali akan memori semifinal 2008/2009.  Pertandingan yang kala itu meloloskan Barcelona ke final dan menjadikannya juara, sempat mengundang kontroversi. Pertandingan Leg-2 yang menentukan kala itu diwarnai keputusan kontroversial wasit Tom Hening Ovrebo.
Pertandingan yang digelar di Stamford Bridge kala itu sangat menentukan, mengingat pada leg-1 di Camp Nou hasil yang didapat adalah skor kacamata alias 0-0. Chelsea diwajibkan menang di leg-2 serta Barcelonan hanya butuh hasil imbang dengan mencetak gol ke gawang lawan.  Chelsea sempat merajut asa dengan mencetak gol terlebih dahulu lewat tendangan jarak jauh Mikael Essien. Keunggulan Chelsea tersebut bertahan hingga 90 menit waktu normal. Namun, di injury time terjadi dua kejadian yang merubah hasil pertandingan. Menit 92’ Andres Iniesta mencetak gol yang berharga bagi Barcelona untuk menyamakan kedudukan dan mengungguli gol tandang secara agregat.
Dalam kondisi imbang tersebut Chelsea berusaha menyerang gawang Barcelona secara terus menerus hingga keputusan kontroversial terjadi. Wasit yang berdiri di dekat kejadian handball Samuel Etoo di dalam kotak penalty justru membiarkan hal tersebut terjadi tanpa memberi hukuman penalty. Kontan seluruh awak Chelsea melakukan protes hingga masuk ke ruang ganti.
Pertandingan semifinal yang akan digelar pada tanggal 18 April 2012 di Stramford Bridge menghadirkan dendam kesumat yang akan diusung Chelsea akan pertandingan 3 tahun lalu. Wasit kali ini menjadi sorotan. Tidak hanya pertandingan semifinal kali ini saja, beberapa pertandingan yang dilakukan Barcelona sebelumnya menyisakan komentar pedas bahwa sebagian besar wasit lebih memberikan keuntungan kepada Barcelona. Jose Mourinho pelatih Real Madrid mencurigai ada konspirasi untuk meloloskan Barcelona untuk berlaga di Final. jadi, semoga akan terhadir pertandingan seru dan bersih tanpa intrik-intrik di luar sepak bola.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lekaslah Pulang! Jaga Mental Itu Penting

O ktober memasuki minggu ketiganya di hari ini di tanggal 20. Aku mencoba merenung apa saja yang sudah terjadi dalam 19 hari kebelakang. Memang kalau dipikir-pikir aku sedang memasuki masa burnout. Aku semakin menyadari bahwa burnout ini selalu datang ketika tahun memasuki masa sepertiga akhir. Yah sepertiga kata-kata krusial memang, didalam keyakinanku ada sepertiga malam yang dipercaya tempatnya untuk mengadu kepada yang punya alam semesta agar semuanya dapat didengarkan dan didapatkan solusinya atau jawabanya. Masalah datangnya jawaban pun hanya sang pencipta yang tahu. Tugas sebagai manusia ya hanya meminta. Namun apalah daya sang pendosa ini malah sibuk mengadu, mengetik di blog ini dalam sepertiga malamnya.hehe. Kalau boleh merenungi dan mengeluarkan, ternyata banyak yang membuatku burnout dan aku melampiaskan ke hal-hal lain. Paling umum pasti hal itu membuat produktifitas menurun. Badan ini terasa lelah menghadapi ketidakstabilan kebijakan yang ada di tempat kerja. Saya merasa ...

Selamat Hari Senin Untuk Kesekian Kalinya

Hari ke 293 di tahun 2025, bertepatan dengan hari senin 20 Oktober 2025. Awal pekan yang cerah walaupun suasana hati sedang mendung sebenarnya perkara semalam tim favorit dari kota Merseyside harus takluk dari rival Manchester merahnya. Ya begitulah terkadang kehidupan menciptakan keseimbangan dengan caranya sendiri. Seperti biasa awal pekan disambut dengan pelaksanaan upacara bendera. Pagi ini upacara dipandu oleh kelas XII Sosial 3 dan wali kelasnya sebagai pembina. Sebuah rutinitas biasa khas warisan pendudukan Jepang dimana penduduk desa disuruh berkumpul disebuah tanah lapang dan menghadap ke matahari terbit, hal ini pada saat itu dinamakan sekerei. Sama seperti kebanyakan orang aku menganggap senin itu sangat tidak mengasyikkan untuk disambut. Sebuah hari yang terbiasa kulalui dengan langkah berat. Apalagi harus berhadapan dengan suasana lingkungan   yang sungguh menjemukan. Berhadapan dengan kebijakan-kebijakan setengah matang layaknya tanpa pertimbangan lebih banyak da...

Kisah Suku Sukus Dan Tukus

Tulisan kali ini saya akan mencoba menghadirkan sebuah kisah yang menggambarkan bagaimana sistem kapitalis berkembang dan merubah tatanan kehidupan suatu wilayah. Kisah ini saya kutip langsung dari buku berjudul Satanic Finance karya A. Riawan Amin. Oke langsung saja berikut kisahnya. Syahdan di suatu samudera terdapat dua pulau yang bertetangga sebut saja Pulau Aya dan Pulau Baya. Di pulau Aya, suku Sukus hidup sejahtera. Mereka dikaruniai daratan yang subur. Mereka hidup bercocok tanam. Pertanian mereka menghasilkan sayuran dan buah-buahan tropis. Ikan dan sumber daya laut sangat melimpah. Tidak hanya itu, pulau Aya terkenal dengan panoramanya yang indah. Gemericik air terjun bisa ditemui di banyak tempat. Sungai-sungainya yang jernih juga menjadi daya tarik tersendiri. Tak heran bila pulau ini menjadi tempat tujuan para pelancong dan wisatawan lokal maupun luar pulau. Masyarakat Sukus dikenal memiliki peradaban yang cukup maju. Mereka beruntung, pulau yang mereka tempati...