Langsung ke konten utama

MAGIS MOURINHO MERUBAH GAYA BERMAIN KOMPETISI

Pada millenium ke-3 ini siapa yang tidak mengenal Jose Mourinho. Pelatih sensional sekaligus kontroversial asal Portugal. Dia berhasil membawa dua Klub dari negara berbeda yakni FC Porto (Portugal) dan Inter Milan (Italia) menjuarai kompetisi tertinggi di benua biru yaitu Liga Champions. Pelatih yang dilahirkan di setubal, Portugal, 26 Januari 1963 berhasil membawa FC Porto juara Liga Champions pada tahun 2004 setelah pada musim sebelumnya tahun 2003 menjuarai Piala UEFA (sekarang- Europa League).
Pada Liga Champions musim 2003/2004 FC Porto tidak diunggulkan untuk menjuarai Liga Champions. Dengan materi pemain seperti Vitor Baia, Ricardo Carvalho, Deco, dan Derlei yang berhasil membawa Porto juara UEFA musim sebelumnya, dianggap masih belum mampu menandingi tim-tim mapan seperti Manchester United dengan Ryan Giggs ataupun Real Madrid dengan Zinedine Zidane. Namun seiring berjalannya kompetisi, Porto mampu memutarbalikkan prediksi. Bahkan mereka mampu menyingkirkan Manchester United di Babak 16 Besar dengan menang 2-1 di Do Dragao Stadium, dan bermain imbang 1-1 di Old Trafford. Puncaknya pada Final yang di gelar pada tanggal 26 Mei 2004 di Auf Schalke Arena, Gelsenkirchen, Porto mampu mengalahkan AS Monaco dengan skor 3-0 lewat gol Carlos Alberto, Deco, dan Alenichev. Seluruh perhatian tertuju kepada aktor dibalik FC Porto yaitu Jose Mourinho. Banyak pujian yang tertuju pada Jose Mourinho, namun ada juga yang mengkritik gaya permainan FC Porto yang dinilai memainkan negatif Football yang lebih mementingkan pada hasil akhir. Seperti yang dilakukan di Old Trafford pada babak 16 besar. Namun, juara tetaplah juara.
Kebetulan atau tidak, kemenangan FC Porto dan gaya permainannya menginspirasi tim-tim yang berlaga di Piala Eropa yang digelar pada Bulan Juni-Juli 2004. Tim Yunani yang menjuarai Piala Eropa 2004 dikritik memainkan sepakbola negatif. Dalam langkahnya meraih juara, Yunani mampu mengalahkan tuan rumah Portugal di Fase Grup, mengalahkan Perancis di babak 16 besar. Yunani hanya mencetak 7 gol dari 6 pertandingan yang dimainkan dari fase grup hingga final. Namun, biarpunbanyak kritik mengenai gaya permainan yang dimainkan oleh Otto Rehagel (Red-pelatih Yunani), juara tetaplah juara.
Pada tahun 2010 terdapat ajang akbar yakni Piala Dunia pertama yang diselenggarakan di Benua Hitam Afrika, tepatnya di Afrika Selatan. Pada fase grup, muncul kritik dari berbagai pengamat tentang minimnya gol. Tim-tim yang bermain dinilai memainkan sepakbola pragmatis yang lebih mementingkan hasil, yang penting tidak kalah. Gaya pragmatis tersebut mengingatkan satu bulan sebelum pergelaran Piala Dunia. Pertandingan semi final antara Barcelona melawan Inter Milan. Dalam dua pertandingan tersebut terlihat bagaimana magis pragmatis Mourinho sangat terlihat. Permainan atraktif Barcelona sama sekali tidak terlihat. Hal tersebut dikarenakan Inter Milan bermain sangat defensif, bahkan bermain seperti tanpa striker. Dan Mourinho berhasil membawa Inter Milan Juara Liga Champions 2010. Entah, mungkin hanya kebetulan gaya permainan Mourinho ketika membawa timnya juara selalu tertular ke dalam ajang akbar seperti Piala Eropa 2004 dan Piala Dunia 2010. Tetapi yang jelas, Piala Dunia 2010 telah ”diselamatkan” oleh  Timnas Spanyol dan Belanda yang tetap memainkan permainan menyerang dan atraktif, tidak mengikuti arus pragmatis yang sedang terjadi.
Apapun yang terjadi Mourinho tetaplah pelatih yang sensasional, hebat, dan jenius. Dan Mourinho telah menjadi bagian penting dalam perjalanan Sejarah permainan Sepak bola.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lekaslah Pulang! Jaga Mental Itu Penting

O ktober memasuki minggu ketiganya di hari ini di tanggal 20. Aku mencoba merenung apa saja yang sudah terjadi dalam 19 hari kebelakang. Memang kalau dipikir-pikir aku sedang memasuki masa burnout. Aku semakin menyadari bahwa burnout ini selalu datang ketika tahun memasuki masa sepertiga akhir. Yah sepertiga kata-kata krusial memang, didalam keyakinanku ada sepertiga malam yang dipercaya tempatnya untuk mengadu kepada yang punya alam semesta agar semuanya dapat didengarkan dan didapatkan solusinya atau jawabanya. Masalah datangnya jawaban pun hanya sang pencipta yang tahu. Tugas sebagai manusia ya hanya meminta. Namun apalah daya sang pendosa ini malah sibuk mengadu, mengetik di blog ini dalam sepertiga malamnya.hehe. Kalau boleh merenungi dan mengeluarkan, ternyata banyak yang membuatku burnout dan aku melampiaskan ke hal-hal lain. Paling umum pasti hal itu membuat produktifitas menurun. Badan ini terasa lelah menghadapi ketidakstabilan kebijakan yang ada di tempat kerja. Saya merasa ...

Selamat Hari Senin Untuk Kesekian Kalinya

Hari ke 293 di tahun 2025, bertepatan dengan hari senin 20 Oktober 2025. Awal pekan yang cerah walaupun suasana hati sedang mendung sebenarnya perkara semalam tim favorit dari kota Merseyside harus takluk dari rival Manchester merahnya. Ya begitulah terkadang kehidupan menciptakan keseimbangan dengan caranya sendiri. Seperti biasa awal pekan disambut dengan pelaksanaan upacara bendera. Pagi ini upacara dipandu oleh kelas XII Sosial 3 dan wali kelasnya sebagai pembina. Sebuah rutinitas biasa khas warisan pendudukan Jepang dimana penduduk desa disuruh berkumpul disebuah tanah lapang dan menghadap ke matahari terbit, hal ini pada saat itu dinamakan sekerei. Sama seperti kebanyakan orang aku menganggap senin itu sangat tidak mengasyikkan untuk disambut. Sebuah hari yang terbiasa kulalui dengan langkah berat. Apalagi harus berhadapan dengan suasana lingkungan   yang sungguh menjemukan. Berhadapan dengan kebijakan-kebijakan setengah matang layaknya tanpa pertimbangan lebih banyak da...

Kisah Suku Sukus Dan Tukus

Tulisan kali ini saya akan mencoba menghadirkan sebuah kisah yang menggambarkan bagaimana sistem kapitalis berkembang dan merubah tatanan kehidupan suatu wilayah. Kisah ini saya kutip langsung dari buku berjudul Satanic Finance karya A. Riawan Amin. Oke langsung saja berikut kisahnya. Syahdan di suatu samudera terdapat dua pulau yang bertetangga sebut saja Pulau Aya dan Pulau Baya. Di pulau Aya, suku Sukus hidup sejahtera. Mereka dikaruniai daratan yang subur. Mereka hidup bercocok tanam. Pertanian mereka menghasilkan sayuran dan buah-buahan tropis. Ikan dan sumber daya laut sangat melimpah. Tidak hanya itu, pulau Aya terkenal dengan panoramanya yang indah. Gemericik air terjun bisa ditemui di banyak tempat. Sungai-sungainya yang jernih juga menjadi daya tarik tersendiri. Tak heran bila pulau ini menjadi tempat tujuan para pelancong dan wisatawan lokal maupun luar pulau. Masyarakat Sukus dikenal memiliki peradaban yang cukup maju. Mereka beruntung, pulau yang mereka tempati...