Langsung ke konten utama

Menjaga Kesucian White Hart Line


Rabu (13/4) waktu Inggris atau Kamis dinihari waktu Indonesia barat tim debutan yang penuh kejutan di Liga Champions musim 2010/2011, Tottenham Hotspurs akan menjalani partai kandang melawan Real Madrid dalam lanjutan leg ke-2 babak perempat final Liga Champions. Dalam laga yang diselenggarakan di White Hart Line tersebut anak asuh Harry Redknapp mengusung mission impossible untuk melanjutkan langkahnya ke babak semi final. Pasalnya, pada leg-1 di Santiago Bernabeu Gareth Bale dkk. takluk empat gol tanpa balas dari tim asuhan Jose Mourinho. Gol-gol pada pertandingan tersebut dicetak oleh Emanuel Adebayor di menit ke-4 dan 57, Angel Di Maria menit ke-73, dan Cristiano Ronaldo menit ke-87.
Melihat hasil tersebut peluang anak asuh Harry Redknapp cukup sulit untuk lolos ke babak semi final. Tottenham Hotspurs minimal harus mencetak empat gol tanpa balas atau harus menang dengan selisih lima gol. Suatu pekerjaan yang mustahil apalagi lawan mereka Real Madrid penampilannya sedang meningkat setelah pada Minggu (10/4) dalam lanjutan La Liga berhasil menaklukan Athletic Bilbao. Namun, dengan kondisi yang tidak menguntungkan tersebut bukan berarti Tottenham akan melepaskan pertandingan di White Hart Line Rabu nanti. Sebagai tim debutan yang baru pertama kali tampil di Liga Champions musim ini pasukan Harry Redknapp punya catatan kandang yang sangat baik. Dari empat laga kandang yang telah dilakukan Tottenham berhasil mencatatkan tiga kemenangan, satu kali seri, dan belum pernah terkalahkan. Hasil seri didapatkan Tottenham di babak perdelapan final saat berhasil menahan imbang tanpa gol AC Milan. Sedangkan tiga kemenangan kandang dilakukan pada fase Grup A ketika mengalahkan Twente 4-1 (29/9), Inter Milan 3-1 (2/11), dan Werder Bremen 3-0 (24/11).
Misi menjaga rekor kandang di Liga Champions inilah yang akan diusung pasukan Lili Putih dari London saat menghadapi Pasukan special one. Jadi, pertandingan kamis nanti tetap akan seru karena tidak mudah bagi Madrid mengulangi hasil seperti pada leg-1. Dukungan suporter untuk tuan rumah juga akan menjadi musuh tersendiri bagi Madrid. –ern- (12-04-2011)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lekaslah Pulang! Jaga Mental Itu Penting

O ktober memasuki minggu ketiganya di hari ini di tanggal 20. Aku mencoba merenung apa saja yang sudah terjadi dalam 19 hari kebelakang. Memang kalau dipikir-pikir aku sedang memasuki masa burnout. Aku semakin menyadari bahwa burnout ini selalu datang ketika tahun memasuki masa sepertiga akhir. Yah sepertiga kata-kata krusial memang, didalam keyakinanku ada sepertiga malam yang dipercaya tempatnya untuk mengadu kepada yang punya alam semesta agar semuanya dapat didengarkan dan didapatkan solusinya atau jawabanya. Masalah datangnya jawaban pun hanya sang pencipta yang tahu. Tugas sebagai manusia ya hanya meminta. Namun apalah daya sang pendosa ini malah sibuk mengadu, mengetik di blog ini dalam sepertiga malamnya.hehe. Kalau boleh merenungi dan mengeluarkan, ternyata banyak yang membuatku burnout dan aku melampiaskan ke hal-hal lain. Paling umum pasti hal itu membuat produktifitas menurun. Badan ini terasa lelah menghadapi ketidakstabilan kebijakan yang ada di tempat kerja. Saya merasa ...

Selamat Hari Senin Untuk Kesekian Kalinya

Hari ke 293 di tahun 2025, bertepatan dengan hari senin 20 Oktober 2025. Awal pekan yang cerah walaupun suasana hati sedang mendung sebenarnya perkara semalam tim favorit dari kota Merseyside harus takluk dari rival Manchester merahnya. Ya begitulah terkadang kehidupan menciptakan keseimbangan dengan caranya sendiri. Seperti biasa awal pekan disambut dengan pelaksanaan upacara bendera. Pagi ini upacara dipandu oleh kelas XII Sosial 3 dan wali kelasnya sebagai pembina. Sebuah rutinitas biasa khas warisan pendudukan Jepang dimana penduduk desa disuruh berkumpul disebuah tanah lapang dan menghadap ke matahari terbit, hal ini pada saat itu dinamakan sekerei. Sama seperti kebanyakan orang aku menganggap senin itu sangat tidak mengasyikkan untuk disambut. Sebuah hari yang terbiasa kulalui dengan langkah berat. Apalagi harus berhadapan dengan suasana lingkungan   yang sungguh menjemukan. Berhadapan dengan kebijakan-kebijakan setengah matang layaknya tanpa pertimbangan lebih banyak da...

Kisah Suku Sukus Dan Tukus

Tulisan kali ini saya akan mencoba menghadirkan sebuah kisah yang menggambarkan bagaimana sistem kapitalis berkembang dan merubah tatanan kehidupan suatu wilayah. Kisah ini saya kutip langsung dari buku berjudul Satanic Finance karya A. Riawan Amin. Oke langsung saja berikut kisahnya. Syahdan di suatu samudera terdapat dua pulau yang bertetangga sebut saja Pulau Aya dan Pulau Baya. Di pulau Aya, suku Sukus hidup sejahtera. Mereka dikaruniai daratan yang subur. Mereka hidup bercocok tanam. Pertanian mereka menghasilkan sayuran dan buah-buahan tropis. Ikan dan sumber daya laut sangat melimpah. Tidak hanya itu, pulau Aya terkenal dengan panoramanya yang indah. Gemericik air terjun bisa ditemui di banyak tempat. Sungai-sungainya yang jernih juga menjadi daya tarik tersendiri. Tak heran bila pulau ini menjadi tempat tujuan para pelancong dan wisatawan lokal maupun luar pulau. Masyarakat Sukus dikenal memiliki peradaban yang cukup maju. Mereka beruntung, pulau yang mereka tempati...