Langsung ke konten utama

Satu Kaki Madrid Injak Semi-Final


Rabu (6/4) dinihari, Real Madrid kembali memainkan laga babak perempat final Leg-1 Liga Champions dengan menjamu tim debutan asal Inggris Tottenham Hotspurs di Stadion Santiago Bernabeu. Real Madrid yang telah absen selama 7 musim dalam babak perempat final tampil dominan dalam pertandingan tersebut. Hal tersebut ditandai dengan Gol pemain pinjaman asal Manchester City, Emanuel Adebayor pada menit ke-4 setelah berhasil menyundul umpan sepak pojok yang dilakukan oleh Mesut Ozil. Petaka Tottenham hadir pada menit ke-15 setelah Peter Crouch menerima kartu kuning kedua setelah melanggar bek Madrid, Marcelo. Bermain dengan 10 orang praktis pertandingan babak pertama menjadi milik Madrid. Namun Gol kedua yang dinanti Madrid tidak kunjung hadir.
Memasuki babak kedua, pelatih Tottenham, Harry Redknapp menambah daya serang timnya dengan memasukkan Jermaine Defoe menggantikan gelandang serang Rafael Van der Vaart. Namun hal tersebut justru membuat lini tengah Tottenham kekurangan daya. Praktis pemain Real Madrid kembali menguasai pertandingan babak kedua. Berawal dari akselerasi Marcelo masuk ke kotak Penalti kemudian mengirimkan umpan tengah yang berhasil ditanduk oleh Adebayor yang tidak mampu diantisipasi oleh Gomes membuat Madrid Unggul 2-0 di menit ke-57. Keunggulan timnya membuat pelatih Madrid melakukan rotasi di lini tengah dengan mengganti Sami Khedira dengan Lassana Diarra pada menit ke-61. Masuknya Lass Diarra membuat lini tengah Madrid semakin mendominasi. Tottenham yang hanya meninggalkan Defoe sendirian di depan hanya bisa mengancam melalui serangan-serangan sporadis yang tidak terorganisir.
Pada menit ke-72 berawal dari tusukan Angel Di Maria yang masuk ke kotak penalti dari sisi kiri pertahanan Tottenham, dan sekejap melepaskan tendangan keras melengkung ke sudut kanan gawang yang tidak mampu ditepis oleh Gomes membuat Nuo Los Galacticos menjauhkan margin poin menjadi 3-0. Kemenangan yang telah di depan mata membuat Mourinho melakukan dua pergantian pemain dengan mengganti Adebayor dengan Gonzalo Higuain pada menit ke-74 dan Di Maria dengan Kaka pada menit ke-77. Pertandingan ini menjadi pertandingan pertama Gonzalo Higuain di Eropa setelah absen 4 bulan akibat cedera. Pergantian Di Maria dengan Kaka menuai hasil positif 10 menit kemudian ketika kaka memberi umpan yang disambut dengan tendangan volley Ronaldo yang gagal ditepis oleh Gomes, 4-0 untuk Madrid.
Hingga 90 menit pertandingan berlangsung, hasil 4-0 tidak berubah. Hasil tersebut membuat peluang Madrid melaju ke babak semi final semakin terbuka. Pada leg-2 di White Hart Line kandang Tottenham, Madrid hanya membutuhkan hasil imbang atau kalah tidak lebih dari tiga gol. Hasil tersebut juga membuat Madrid menjadi salah satu tim yang belum terkalahkan dalam laga kandang di ajang Liga Champions. –ern- (6 April 2011, 05:00)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lekaslah Pulang! Jaga Mental Itu Penting

O ktober memasuki minggu ketiganya di hari ini di tanggal 20. Aku mencoba merenung apa saja yang sudah terjadi dalam 19 hari kebelakang. Memang kalau dipikir-pikir aku sedang memasuki masa burnout. Aku semakin menyadari bahwa burnout ini selalu datang ketika tahun memasuki masa sepertiga akhir. Yah sepertiga kata-kata krusial memang, didalam keyakinanku ada sepertiga malam yang dipercaya tempatnya untuk mengadu kepada yang punya alam semesta agar semuanya dapat didengarkan dan didapatkan solusinya atau jawabanya. Masalah datangnya jawaban pun hanya sang pencipta yang tahu. Tugas sebagai manusia ya hanya meminta. Namun apalah daya sang pendosa ini malah sibuk mengadu, mengetik di blog ini dalam sepertiga malamnya.hehe. Kalau boleh merenungi dan mengeluarkan, ternyata banyak yang membuatku burnout dan aku melampiaskan ke hal-hal lain. Paling umum pasti hal itu membuat produktifitas menurun. Badan ini terasa lelah menghadapi ketidakstabilan kebijakan yang ada di tempat kerja. Saya merasa ...

Selamat Hari Senin Untuk Kesekian Kalinya

Hari ke 293 di tahun 2025, bertepatan dengan hari senin 20 Oktober 2025. Awal pekan yang cerah walaupun suasana hati sedang mendung sebenarnya perkara semalam tim favorit dari kota Merseyside harus takluk dari rival Manchester merahnya. Ya begitulah terkadang kehidupan menciptakan keseimbangan dengan caranya sendiri. Seperti biasa awal pekan disambut dengan pelaksanaan upacara bendera. Pagi ini upacara dipandu oleh kelas XII Sosial 3 dan wali kelasnya sebagai pembina. Sebuah rutinitas biasa khas warisan pendudukan Jepang dimana penduduk desa disuruh berkumpul disebuah tanah lapang dan menghadap ke matahari terbit, hal ini pada saat itu dinamakan sekerei. Sama seperti kebanyakan orang aku menganggap senin itu sangat tidak mengasyikkan untuk disambut. Sebuah hari yang terbiasa kulalui dengan langkah berat. Apalagi harus berhadapan dengan suasana lingkungan   yang sungguh menjemukan. Berhadapan dengan kebijakan-kebijakan setengah matang layaknya tanpa pertimbangan lebih banyak da...

Haaland, Penalti, dan Malam yang Ingin Saya Lupakan

Mo Salah gagal membantu Liverpool melaju di Piala FA Sabtu 4 April 2026, malam yang akan hangat bagi fans Liverpool karena akhirnya Liverpool kembali bermain setelah dua minggu absen karena jeda internasional yang membosankan. Persiapan untuk menonton pun pasti dilakukan apalagi malam ini yang dihadapi adalah rival perburuan juara dalam satu dekade terakhir, yaitu Manchester City. Tentu saja hati sangat berdebar karena ini pertandingan besar, karena menurutku ini sangat layak menjadi pertandingan final. Walaupun kondisi Liverpool belakangan sedang mengalami masa sulit dibawah asuhan Arne Slot. Maka dari itu menyambut laga ini sebenarnya perasaan campur aduk, tentu saja inginnya menang, tapi ada rasa pesimis mengingat performa belakangan ini di Liverpool. Namun setidaknya aku berharap Liverpool bisa memberikan semangat berjuang yang luar biasa dalam pertandingan ini. Harapan sempat ada ketika kick off dimulai Liverpool mampu mengimbangi City bahkan beberapa kali mampu melakukan serangan...