Langsung ke konten utama

Kembali Ke Wembley

Final ke-56 Liga Champions telah dipastikan akan mempertemukan Barcelona melawan Manchester United. Pertandingan final akan digelar 28 mei 2011 (Red- atau 29 mei 2011 WIB) di Stadion legendaris Wembley, London. Pertemuan kedua tim di final kali ini menjadi pertemuan kedua dalam kurun waktu 3 tahun. Kita ketahui pada final Liga Champions 2009 di Stadion Olimpico Roma, kedua tim juga saling bertemu. Pada saat itu tim asuhan Pep Guardiola berhasil mengungguli pasukan Sir Alex Ferguson dengan skor 2-0 melalui gol Samuel Eto’o dan Lionel Messi. Semenjak format baru Liga Champions digunakan pada musim 1992/1993, baru sekali terjadi partai ulangan final. Yaitu antara AC Milan melawan Liverpool. Kedua tim bertemu di final pertama pada musim 2004/2005. Kemudian bertemu kembali di Final Liga Champions 2006/2007. Dari dua final tersebut tidak ada dari kedua tim yang unggul. Liverpool menang di Final pertama melalui adu penalti setelah bermain imbang 3-3 di waktu normal 90 menit ditambah 30 menit perpanjangan waktu. Namun, AC Milan mampu membalas di pertemuan final kedua mereka pada tahun 2007 dengan skor 2-1.
Selain fakta tersebut, ada fakta lain yang cukup menarik dari final kali ini yang diselenggarakan di Wembley. Kedua Tim, baik Barcelona maupun Manchester United mempunyai kenangan indah di Stadion ini. Kurang lebih 43 tahun yang lalu tepatnya pada musim 1967/1968, Manchester United berhasil meraih gelar pertamanya di Piala Champions (Red- Liga Champions) setelah mengalahkan Benfica 4-1 di Stadion Wembley. Kemudian,pada musim 1991/1992 Barcelona berhasil meraih trofi pertamanya di Piala Champions mengalahkan Sampdoria 1-0 di Final yang diselenggarakan di Stadion Wembley. Wembley memang telah menjadi tempat yang penting dan juga bersejarah bagi kedua tim di Liga Champions. Barcelona dan Manchester United sama-sama telah mengoleksi 3 gelar Liga Champions. Jadi, patut ditunggu siapakah yang akan mengambil gelar ke-4 di Wembley. Barcelona atau Manchester United?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lekaslah Pulang! Jaga Mental Itu Penting

O ktober memasuki minggu ketiganya di hari ini di tanggal 20. Aku mencoba merenung apa saja yang sudah terjadi dalam 19 hari kebelakang. Memang kalau dipikir-pikir aku sedang memasuki masa burnout. Aku semakin menyadari bahwa burnout ini selalu datang ketika tahun memasuki masa sepertiga akhir. Yah sepertiga kata-kata krusial memang, didalam keyakinanku ada sepertiga malam yang dipercaya tempatnya untuk mengadu kepada yang punya alam semesta agar semuanya dapat didengarkan dan didapatkan solusinya atau jawabanya. Masalah datangnya jawaban pun hanya sang pencipta yang tahu. Tugas sebagai manusia ya hanya meminta. Namun apalah daya sang pendosa ini malah sibuk mengadu, mengetik di blog ini dalam sepertiga malamnya.hehe. Kalau boleh merenungi dan mengeluarkan, ternyata banyak yang membuatku burnout dan aku melampiaskan ke hal-hal lain. Paling umum pasti hal itu membuat produktifitas menurun. Badan ini terasa lelah menghadapi ketidakstabilan kebijakan yang ada di tempat kerja. Saya merasa ...

Selamat Hari Senin Untuk Kesekian Kalinya

Hari ke 293 di tahun 2025, bertepatan dengan hari senin 20 Oktober 2025. Awal pekan yang cerah walaupun suasana hati sedang mendung sebenarnya perkara semalam tim favorit dari kota Merseyside harus takluk dari rival Manchester merahnya. Ya begitulah terkadang kehidupan menciptakan keseimbangan dengan caranya sendiri. Seperti biasa awal pekan disambut dengan pelaksanaan upacara bendera. Pagi ini upacara dipandu oleh kelas XII Sosial 3 dan wali kelasnya sebagai pembina. Sebuah rutinitas biasa khas warisan pendudukan Jepang dimana penduduk desa disuruh berkumpul disebuah tanah lapang dan menghadap ke matahari terbit, hal ini pada saat itu dinamakan sekerei. Sama seperti kebanyakan orang aku menganggap senin itu sangat tidak mengasyikkan untuk disambut. Sebuah hari yang terbiasa kulalui dengan langkah berat. Apalagi harus berhadapan dengan suasana lingkungan   yang sungguh menjemukan. Berhadapan dengan kebijakan-kebijakan setengah matang layaknya tanpa pertimbangan lebih banyak da...

Kisah Suku Sukus Dan Tukus

Tulisan kali ini saya akan mencoba menghadirkan sebuah kisah yang menggambarkan bagaimana sistem kapitalis berkembang dan merubah tatanan kehidupan suatu wilayah. Kisah ini saya kutip langsung dari buku berjudul Satanic Finance karya A. Riawan Amin. Oke langsung saja berikut kisahnya. Syahdan di suatu samudera terdapat dua pulau yang bertetangga sebut saja Pulau Aya dan Pulau Baya. Di pulau Aya, suku Sukus hidup sejahtera. Mereka dikaruniai daratan yang subur. Mereka hidup bercocok tanam. Pertanian mereka menghasilkan sayuran dan buah-buahan tropis. Ikan dan sumber daya laut sangat melimpah. Tidak hanya itu, pulau Aya terkenal dengan panoramanya yang indah. Gemericik air terjun bisa ditemui di banyak tempat. Sungai-sungainya yang jernih juga menjadi daya tarik tersendiri. Tak heran bila pulau ini menjadi tempat tujuan para pelancong dan wisatawan lokal maupun luar pulau. Masyarakat Sukus dikenal memiliki peradaban yang cukup maju. Mereka beruntung, pulau yang mereka tempati...