Langsung ke konten utama

Kesalahan Untuk Mulia

Kesalahan mudah sekali ditemukan dalam kehidupan manusia. Itu karena tidak terlepas dari sebuah ketentuan alam dan agama bahwa yang sempurna hanyalah satu yaitu Tuhan. Sementara, manusia merupakan makhluk mulia namun tak sempurna. Dua buah kata ”Mulia” dan ”tak sempurna tidak boleh dipisah untuk mendefinisikan tentang manusia.

Sebenarnya buat apa Tuhan menciptakan kata dan definisi dari ”kesalahan”? Mungkin hukum kausalitas akan bisa menjawab sedikit dari semua itu. Semua hal akan menemukan sebuah pola yang sama, sebab akan menentukan akibat, akibat itu berasal dari sebab. Rumus baku yang entah sudah bertahan berapa tahun atau abad. Manusia memang makhluk yang tidak sempurna, maka dari itu manusia tidak akan pernah luput dari sebuah kesalahan. Baik kesalahan dalam mengambil keputusan, menentukan pilihan, kesalahan dalam memandang suatu hal hingga salah melakukan tindakan, dan masih banyak kesalahan-kesalahan lain yang sudah tak terhitung dari awal kehidupan ini direncanakan. Mungkin juga saya membuat tulisan ini adalah sebuah kesalahan yang saya buat dalam hidup saya...hmmm..

Namun, bukan berarti kesalahan akan selalu membawa anda ke titik nadir. Karena kesalahan juga bisa membawa seseorang ke titik puncak dari sebuah kehidupan baik dalam sisi batin atau lahiriahnya. Kembali melihat kalimat terakhir dari paragraf pertama, manusia merupakan makhluk mulia namun tak sempurna. Ketika kesalahan terjadi, semua tidak berhenti dan menemukan titik akhir disitu, melainkan hal tersebut merupakan awal dari sebuah jalan yang akan menentukan posisi seseorang sebagai manusia. Tidak mengakui kesalahan yang diperbuat, sama saja menerjunkan posisi manusia ke titik nadir yang akan sama saja merendahkan diri manusia tersebut. Sebaliknya, mengakui apa yang telah diperbuat merupakan suatu kesalahan akan membuat manusia terangkat menjadi makhluk yang mulia. Mengakui kepada diri sendiri bahwa yang dilakukan salah, akan membuat manusia memuliakan dirinya dan ketika manusia menganggap dirinya mulia, dia akan selalu berusaha menuju arah yang lebih baik dan lebih baik. Dan mengakui kesalahan kepada orang lain tentang apa yang telah kita perbuat terhadapnya, akan membuat kita mulia di mata orang lain.

Memang tidak mudah mengakui apabil yang dilakukan oleh diri itu salah. Mengaku kepada diri sendiri bahwa yang dilakukan salah saja berat, apalagi mengaku kepada orang lain tentang kesalahan yang dibuat terhadapnya. Namun, harus dirasakan tentang apa yang telah terjadi, semakin tidak jujur kepada diri sendiri, akan membuat manusia terus melakukan kesalahan yang nantinya akan membuat penyesalan yang sangat tidak biasa. Dan ketika itu datang manusia hanya bisa meratapi dan melihat ke belakang dan berkata dalam diri ”seandainya gw tidak melakukan ini./ seandainya gw gak melakukan itu” dan berbagai kata-kata penyesalan lainnya. Sadarilah dan akuilah, yakin itu akan membawa kebaikan dalam hidup manusia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lekaslah Pulang! Jaga Mental Itu Penting

O ktober memasuki minggu ketiganya di hari ini di tanggal 20. Aku mencoba merenung apa saja yang sudah terjadi dalam 19 hari kebelakang. Memang kalau dipikir-pikir aku sedang memasuki masa burnout. Aku semakin menyadari bahwa burnout ini selalu datang ketika tahun memasuki masa sepertiga akhir. Yah sepertiga kata-kata krusial memang, didalam keyakinanku ada sepertiga malam yang dipercaya tempatnya untuk mengadu kepada yang punya alam semesta agar semuanya dapat didengarkan dan didapatkan solusinya atau jawabanya. Masalah datangnya jawaban pun hanya sang pencipta yang tahu. Tugas sebagai manusia ya hanya meminta. Namun apalah daya sang pendosa ini malah sibuk mengadu, mengetik di blog ini dalam sepertiga malamnya.hehe. Kalau boleh merenungi dan mengeluarkan, ternyata banyak yang membuatku burnout dan aku melampiaskan ke hal-hal lain. Paling umum pasti hal itu membuat produktifitas menurun. Badan ini terasa lelah menghadapi ketidakstabilan kebijakan yang ada di tempat kerja. Saya merasa ...

Selamat Hari Senin Untuk Kesekian Kalinya

Hari ke 293 di tahun 2025, bertepatan dengan hari senin 20 Oktober 2025. Awal pekan yang cerah walaupun suasana hati sedang mendung sebenarnya perkara semalam tim favorit dari kota Merseyside harus takluk dari rival Manchester merahnya. Ya begitulah terkadang kehidupan menciptakan keseimbangan dengan caranya sendiri. Seperti biasa awal pekan disambut dengan pelaksanaan upacara bendera. Pagi ini upacara dipandu oleh kelas XII Sosial 3 dan wali kelasnya sebagai pembina. Sebuah rutinitas biasa khas warisan pendudukan Jepang dimana penduduk desa disuruh berkumpul disebuah tanah lapang dan menghadap ke matahari terbit, hal ini pada saat itu dinamakan sekerei. Sama seperti kebanyakan orang aku menganggap senin itu sangat tidak mengasyikkan untuk disambut. Sebuah hari yang terbiasa kulalui dengan langkah berat. Apalagi harus berhadapan dengan suasana lingkungan   yang sungguh menjemukan. Berhadapan dengan kebijakan-kebijakan setengah matang layaknya tanpa pertimbangan lebih banyak da...

Kisah Suku Sukus Dan Tukus

Tulisan kali ini saya akan mencoba menghadirkan sebuah kisah yang menggambarkan bagaimana sistem kapitalis berkembang dan merubah tatanan kehidupan suatu wilayah. Kisah ini saya kutip langsung dari buku berjudul Satanic Finance karya A. Riawan Amin. Oke langsung saja berikut kisahnya. Syahdan di suatu samudera terdapat dua pulau yang bertetangga sebut saja Pulau Aya dan Pulau Baya. Di pulau Aya, suku Sukus hidup sejahtera. Mereka dikaruniai daratan yang subur. Mereka hidup bercocok tanam. Pertanian mereka menghasilkan sayuran dan buah-buahan tropis. Ikan dan sumber daya laut sangat melimpah. Tidak hanya itu, pulau Aya terkenal dengan panoramanya yang indah. Gemericik air terjun bisa ditemui di banyak tempat. Sungai-sungainya yang jernih juga menjadi daya tarik tersendiri. Tak heran bila pulau ini menjadi tempat tujuan para pelancong dan wisatawan lokal maupun luar pulau. Masyarakat Sukus dikenal memiliki peradaban yang cukup maju. Mereka beruntung, pulau yang mereka tempati...