Langsung ke konten utama

Benitez ... Oh... Benitez..

Akhirnya punya kesempatan menulis lagi tentang sepak bola setelah lama vakum. Meskipun sudah telat beberapa hari, tapi pemecatan Rafael Benitez sebagai pelatih Real Madrid masih sangat menarik untuk diperbincangkan. Mungkin bagi sebagian orang pemecatan Benitez sudah dapat diprediksi. Namun apabila melihat statistik selama kepemimpinannya selama enam bulan Real Madrid tidak terlalu buruk-buruk amat.

Kita coba tilik sampai pertandingan terakhir imbang melawan Valencia 2-2, Real Madrid tetap berada di 3 besar di bawah Atletico Madrid sang pemuncak dan rival abadi mereka, Barcelona. Apabila dilihat dari selisih gol memasukkan dan kemasukkan, Real Madrid merupakan yang terbaik diantara semua kontestan dengan 29. Namun, memang selama 6 bulan permainan El Real tidak terlalu disukai oleh fans yang menilai Real Madrid bermain terlalu defensif dan menunggu. Padahal kualitas pemain berada di atas rata-rata.

Saya sebenarnya orang yang meragukan Benitez bisa bertahan lama di Real Madrid saat perkenalan pertamanya di klub ibukota tersebut oleh Florentino Perez. Bukan tanpa dasar saya meragukannya, dalam 10 tahun terakhir tidak ada prestasi yang dapat dikatakan bagus selain mengantar Liverpool menjuarai UCL. Itu juga 10 tahun yang lalu..hehe.. Dilihat dari itu saya pikir nama seperti Jurgen Klopp atau Massimiliano Allegri lebih pantas untuk melatih Real Madrid. Walaupun sebenarnya pengganti Benitez, Zinedine Zidane juga belum tentu lebih baik dari pendahulunya.

Kondisi Benitez tersebut sangat mempengaruhi respect para pemain di ruang ganti. selama kepemimpinannya sering terdengar berita Benitez tidak akur dengan para bintang Los Galacticos semacam Ronaldo. Mungkin ini juga yang menjadi pertimbangan Perez menghentikan Benitez di tengah musim. Benitez tidak mampu mengendalikan ego pemain Real Madrid yang harga dirinya sebanding dengan banderol gaji selangit mereka.

Selain itu, yang harus disadari oleh Benitez, melatih klub Real Madrid yang berkompetisi di Liga yang duopoli (Hanya dikuasai oleh Real Madrid dan Barcelona), prestasi tidak hanya dihitung dengan gelar melainkan juga hasil melawan rival abadi mereka, yaitu Barcelona. Inilah menurut saya dosa besar Benitez. Di kandang sendiri pada bulan November 2015, Real Madrid dihabisi oleh Barcelona. Lebih parahnya lagi fans Real Madrid memberikan standing aplause kepada bintang pertandingan itu dari Barcelona, Andres Iniesta. Dalam sejarah itu cuma 2 kali terjadi, yaitu kepada Ronaldinho dan Iniesta. Hal tersebut merupakan penghinaan telak untuk klub ibukota tersebut. Well,, malang sekali Benitez..
ERN
7-1-2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lekaslah Pulang! Jaga Mental Itu Penting

O ktober memasuki minggu ketiganya di hari ini di tanggal 20. Aku mencoba merenung apa saja yang sudah terjadi dalam 19 hari kebelakang. Memang kalau dipikir-pikir aku sedang memasuki masa burnout. Aku semakin menyadari bahwa burnout ini selalu datang ketika tahun memasuki masa sepertiga akhir. Yah sepertiga kata-kata krusial memang, didalam keyakinanku ada sepertiga malam yang dipercaya tempatnya untuk mengadu kepada yang punya alam semesta agar semuanya dapat didengarkan dan didapatkan solusinya atau jawabanya. Masalah datangnya jawaban pun hanya sang pencipta yang tahu. Tugas sebagai manusia ya hanya meminta. Namun apalah daya sang pendosa ini malah sibuk mengadu, mengetik di blog ini dalam sepertiga malamnya.hehe. Kalau boleh merenungi dan mengeluarkan, ternyata banyak yang membuatku burnout dan aku melampiaskan ke hal-hal lain. Paling umum pasti hal itu membuat produktifitas menurun. Badan ini terasa lelah menghadapi ketidakstabilan kebijakan yang ada di tempat kerja. Saya merasa ...

Selamat Hari Senin Untuk Kesekian Kalinya

Hari ke 293 di tahun 2025, bertepatan dengan hari senin 20 Oktober 2025. Awal pekan yang cerah walaupun suasana hati sedang mendung sebenarnya perkara semalam tim favorit dari kota Merseyside harus takluk dari rival Manchester merahnya. Ya begitulah terkadang kehidupan menciptakan keseimbangan dengan caranya sendiri. Seperti biasa awal pekan disambut dengan pelaksanaan upacara bendera. Pagi ini upacara dipandu oleh kelas XII Sosial 3 dan wali kelasnya sebagai pembina. Sebuah rutinitas biasa khas warisan pendudukan Jepang dimana penduduk desa disuruh berkumpul disebuah tanah lapang dan menghadap ke matahari terbit, hal ini pada saat itu dinamakan sekerei. Sama seperti kebanyakan orang aku menganggap senin itu sangat tidak mengasyikkan untuk disambut. Sebuah hari yang terbiasa kulalui dengan langkah berat. Apalagi harus berhadapan dengan suasana lingkungan   yang sungguh menjemukan. Berhadapan dengan kebijakan-kebijakan setengah matang layaknya tanpa pertimbangan lebih banyak da...

Kisah Suku Sukus Dan Tukus

Tulisan kali ini saya akan mencoba menghadirkan sebuah kisah yang menggambarkan bagaimana sistem kapitalis berkembang dan merubah tatanan kehidupan suatu wilayah. Kisah ini saya kutip langsung dari buku berjudul Satanic Finance karya A. Riawan Amin. Oke langsung saja berikut kisahnya. Syahdan di suatu samudera terdapat dua pulau yang bertetangga sebut saja Pulau Aya dan Pulau Baya. Di pulau Aya, suku Sukus hidup sejahtera. Mereka dikaruniai daratan yang subur. Mereka hidup bercocok tanam. Pertanian mereka menghasilkan sayuran dan buah-buahan tropis. Ikan dan sumber daya laut sangat melimpah. Tidak hanya itu, pulau Aya terkenal dengan panoramanya yang indah. Gemericik air terjun bisa ditemui di banyak tempat. Sungai-sungainya yang jernih juga menjadi daya tarik tersendiri. Tak heran bila pulau ini menjadi tempat tujuan para pelancong dan wisatawan lokal maupun luar pulau. Masyarakat Sukus dikenal memiliki peradaban yang cukup maju. Mereka beruntung, pulau yang mereka tempati...