Langsung ke konten utama

POINT-POINT MATERI SEJARAH INDONESIA KELAS XI

Memasuki bulan juni sekolah akan melakukan rutinitas evaluasi pembelajaran, yaitu Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT). Dahulu kita menyebutnya dengan Ujian Kenaikan Kelas (UKK). Walaupun namanya UKK, namun ujian ini tidak sepenuhnya menentukan naik-atau tidaknya siswa. PSAT merupakan salah satu bagian nilai yang nantinya akan menjadi nilai rapor semester 2 selain nilai Tugas, Ulangan Harian, dan UTS. Jadi PSAT hanya satu bagian saja yang nantinya akan di rerata dengan penilaian lainnya.

Mata pelajaran Sejarah Indonesia termasuk mate pelajaran yang diujikan tertulis dalam PSAT. Untuk materi yang diujikan adalah materi yang sudah dipelajari di semester 2, diantaranya :

1.       Masa Pendudukan Jepang

·         Latar belakang Perang Asia Timur Raya (Perang Pasifik)

·         Masuknya Jepang ke Indonesia

·         Organisasi-organisasi bentukan Jepang (Sosial Kemasyarakatan, Semi Militer, dan Militer)

·         Tujuan dibentuknya organisasi pada masa Jepang

·         Pembagian wilayah pemerintahan pada masa Jepang

2.       Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

·         Janji kemerdekaan Jepang (Janji Koiso)

·        Organisasi-organisasi yang dibentuk dalam peristiwa sekitar proklamasi

·  Tokoh-tokoh penting yang berperan di sekitar proklamasi (Dari Dalath-Vietnam hingga Perumusan naskah di rumah Laksamana Maeda)

·         Peristiwa Rengasdengklok

·         Peristiwa Setelah Proklamasi dan peran PPKI pasca Proklamasi

Mind map materi Sejarah Indonesia Semester Genap


Demikian point-point materi Sejarah Indonesia Kelas XI Semester genap yang sudah dipelajari. Semoga bisa menjadi dorongan pengingat tentang apa yang sudah dipahami di semester genap ini sehingga bisa diberi kemudahan dalam menempuh Penilaian Sumatif Akhir Semester.

 

Guru Sejarah Indonesia Kelas XI

03062023

ern


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lekaslah Pulang! Jaga Mental Itu Penting

O ktober memasuki minggu ketiganya di hari ini di tanggal 20. Aku mencoba merenung apa saja yang sudah terjadi dalam 19 hari kebelakang. Memang kalau dipikir-pikir aku sedang memasuki masa burnout. Aku semakin menyadari bahwa burnout ini selalu datang ketika tahun memasuki masa sepertiga akhir. Yah sepertiga kata-kata krusial memang, didalam keyakinanku ada sepertiga malam yang dipercaya tempatnya untuk mengadu kepada yang punya alam semesta agar semuanya dapat didengarkan dan didapatkan solusinya atau jawabanya. Masalah datangnya jawaban pun hanya sang pencipta yang tahu. Tugas sebagai manusia ya hanya meminta. Namun apalah daya sang pendosa ini malah sibuk mengadu, mengetik di blog ini dalam sepertiga malamnya.hehe. Kalau boleh merenungi dan mengeluarkan, ternyata banyak yang membuatku burnout dan aku melampiaskan ke hal-hal lain. Paling umum pasti hal itu membuat produktifitas menurun. Badan ini terasa lelah menghadapi ketidakstabilan kebijakan yang ada di tempat kerja. Saya merasa ...

Selamat Hari Senin Untuk Kesekian Kalinya

Hari ke 293 di tahun 2025, bertepatan dengan hari senin 20 Oktober 2025. Awal pekan yang cerah walaupun suasana hati sedang mendung sebenarnya perkara semalam tim favorit dari kota Merseyside harus takluk dari rival Manchester merahnya. Ya begitulah terkadang kehidupan menciptakan keseimbangan dengan caranya sendiri. Seperti biasa awal pekan disambut dengan pelaksanaan upacara bendera. Pagi ini upacara dipandu oleh kelas XII Sosial 3 dan wali kelasnya sebagai pembina. Sebuah rutinitas biasa khas warisan pendudukan Jepang dimana penduduk desa disuruh berkumpul disebuah tanah lapang dan menghadap ke matahari terbit, hal ini pada saat itu dinamakan sekerei. Sama seperti kebanyakan orang aku menganggap senin itu sangat tidak mengasyikkan untuk disambut. Sebuah hari yang terbiasa kulalui dengan langkah berat. Apalagi harus berhadapan dengan suasana lingkungan   yang sungguh menjemukan. Berhadapan dengan kebijakan-kebijakan setengah matang layaknya tanpa pertimbangan lebih banyak da...

Kisah Suku Sukus Dan Tukus

Tulisan kali ini saya akan mencoba menghadirkan sebuah kisah yang menggambarkan bagaimana sistem kapitalis berkembang dan merubah tatanan kehidupan suatu wilayah. Kisah ini saya kutip langsung dari buku berjudul Satanic Finance karya A. Riawan Amin. Oke langsung saja berikut kisahnya. Syahdan di suatu samudera terdapat dua pulau yang bertetangga sebut saja Pulau Aya dan Pulau Baya. Di pulau Aya, suku Sukus hidup sejahtera. Mereka dikaruniai daratan yang subur. Mereka hidup bercocok tanam. Pertanian mereka menghasilkan sayuran dan buah-buahan tropis. Ikan dan sumber daya laut sangat melimpah. Tidak hanya itu, pulau Aya terkenal dengan panoramanya yang indah. Gemericik air terjun bisa ditemui di banyak tempat. Sungai-sungainya yang jernih juga menjadi daya tarik tersendiri. Tak heran bila pulau ini menjadi tempat tujuan para pelancong dan wisatawan lokal maupun luar pulau. Masyarakat Sukus dikenal memiliki peradaban yang cukup maju. Mereka beruntung, pulau yang mereka tempati...