Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

Pagi Yang Menakjubkan

D Em Bm A Berjuta ton pemberat di mata indahku D Em Bm A Bagai tertimbun serbuk tidur di kamarku D Em Bm A Udara pagi dingin mahkota mimpiku D Em Bm A Aku terkapar melawan semuanya itu C Mama… 3x A Buat aku terjaga Reff: D Em Bm A Hey, semua orang teriaklah di telingaku D Em Bm A Hey, semua orang hancurkan tempat tidurku Back to : top

ITALIA: DARI TEKANAN HINGGA KE MITOS

Italia merupakan sebuah Negara yang terletak di kawasan Eropa bagian Selatan yang berbatasan langsung dengan Laut Tengah. Italia memiliki sejarah sepak bola yang cukup panjang dan menarik. Italia merupakan pemegang empat kali juara Piala Dunia hingga saat ini. Terbanyak kedua setelah Brazil yang telah menjuarai sebanyak lima kali. Dalam meretas prestasi tingkat dunia Italia memiliki banyak cerita yang menarik , dari ancaman ”Il Duce” Mussolini hingga mitos 12 dan 24 tahun Piala Dunia. Negara yang saat ini memiliki salah satu liga terbaik di dunia ini memulai perjalanan meraih prestasi pada dekade 1930-an. Italia yang pada saat itu dipimpin oleh Benito Mussolini dengan pemerintahan fasisnya ingin membawa Italia menjadi negara yang unggul di dunia dalam berbagai bidang. Ketika Piala Dunia diselenggarakan pertama kali pada tahun 1930 yang dijuarai oleh Uruguay yang juga selaku tuan rumah, Mussolini melihat bidang olahraga sepak bola ini juga dapat me...

TETAPLAH DI SAMPINGKU

Sudah cukup mengenang masa itu. Masa ketika aku masih mengharapmu. Karena saat ini aku telah memelukmu. Menjagamu dala dekapanku.                         Tak terpikir diriku tuk melepasmu. Karena ku bahagia memelukmu. Apakah kau bahagia dipelukanku??? Maafkan aku bila terlalu erat memelukmu. Tak bermaksud diriku melukaimu. Hanya perasaan ini takut kehilanganmu. KARENA KU MENCINTAIMU. 22 JULI 2010 -ERN-

Total Football – Tiki Taka – La Massia – Barcelona Kembali Ke Dasar Sepak Bola

TIKI-TAKA, semenjak Barcelona kembali meraih tempat di kancah tertinggi sepak bola Eropa gaya permainan ini kembali menarik perhatian. Gaya permainan yang mengadopsi gaya Total Football Belanda ini mengkombinasikan passing pendek akurat dengan pergerakan tanpa bola yang aktif oleh setiap pemain. Sehingga menghasilkan suatu serangan yang efektif dan peralihan ke pertahanan yang cepat dan rapi. Gaya tersebut benar-benar layaknya Total Football Belanda tetapi dengan gaya matador yang ”teratur” dan ”rapi”. Total football muncul dan diperkenalkan pada Piala Dunia 1974. Penciptanya adalah pelatih Belanda saat itu, Rinus Mitchell. Ketika itu Total Football Mitchell menemukan momentum pada diri Johan Crujjf di tim nasional Belanda. Johan Crujjf pemain multi talent dan multi posisi yang menjadi mesin tim Belanda dalam mengatur permainan. Namun, gelar dari Total Football tidak terjadi pada Piala Dunia 1974, karena di final Belanda harus takluk dari Jerman Barat. Gelar yang ditunggu baru hadir...

Kembali Ke Wembley

Final ke-56 Liga Champions telah dipastikan akan mempertemukan Barcelona melawan Manchester United. Pertandingan final akan digelar 28 mei 2011 (Red- atau 29 mei 2011 WIB) di Stadion legendaris Wembley, London. Pertemuan kedua tim di final kali ini menjadi pertemuan kedua dalam kurun waktu 3 tahun. Kita ketahui pada final Liga Champions 2009 di Stadion Olimpico Roma, kedua tim juga saling bertemu. Pada saat itu tim asuhan Pep Guardiola berhasil mengungguli pasukan Sir Alex Ferguson dengan skor 2-0 melalui gol Samuel Eto’o dan Lionel Messi. Semenjak format baru Liga Champions digunakan pada musim 1992/1993, baru sekali terjadi partai ulangan final. Yaitu antara AC Milan melawan Liverpool. Kedua tim bertemu di final pertama pada musim 2004/2005. Kemudian bertemu kembali di Final Liga Champions 2006/2007. Dari dua final tersebut tidak ada dari kedua tim yang unggul. Liverpool menang di Final pertama melalui adu penalti setelah bermain imbang 3-3 di waktu normal 90 menit ditambah 30 menit ...

Monoton VS Pragmatis

Mungkin hanya segelintir orang yang akan memungkiri keindahan ”Tiki-Taka” ala Barcelona. Simpel namun rumit, itulah yang dapat menggambarkan gaya bermain Barcelona. Formasi 4-3-3 ofensif yang diterapkan oleh Pep Guardiola seakan menjadi sempurna dengan ditunjang kemampuan individu dan operan-operan pendek akurat dari kaki ke kaki. Para pemain diharuskan banyak bergerak tanpa bola untuk membuka dan mencari ruang kosong untuk menerima umpan-umpan terobosan. Diperlukan stamina tinggi dan keakuratan operan untuk menerapkan strategi tersebut. Barcelona beruntung memiliki gelandang- gelandang kreatif yang ada pada diri Xavi Hernandes dan Andres Iniesta, winger-winger pekerja keras seperti Daniel Alves, Maxwell, Messi, dan Pedro. Merekalah yang mampu menghidupkan strategi ”Tiki-Taka” yang diterapkan Barcelona. Selain itu tentu saja pelatih mereka Pep Guardiola yang berada di balik layar permainan indah Barcelona. Permainan individu dengan melewati beberapa pemain dalam permainan Barcelona ...

Menjaga Kesucian White Hart Line

Rabu (13/4) waktu Inggris atau Kamis dinihari waktu Indonesia barat tim debutan yang penuh kejutan di Liga Champions musim 2010/2011, Tottenham Hotspurs akan menjalani partai kandang melawan Real Madrid dalam lanjutan leg ke-2 babak perempat final Liga Champions. Dalam laga yang diselenggarakan di White Hart Line tersebut anak asuh Harry Redknapp mengusung mission impossible untuk melanjutkan langkahnya ke babak semi final. Pasalnya, pada leg-1 di Santiago Bernabeu Gareth Bale dkk. takluk empat gol tanpa balas dari tim asuhan Jose Mourinho. Gol-gol pada pertandingan tersebut dicetak oleh Emanuel Adebayor di menit ke-4 dan 57, Angel Di Maria menit ke-73, dan Cristiano Ronaldo menit ke-87. Melihat hasil tersebut peluang anak asuh Harry Redknapp cukup sulit untuk lolos ke babak semi final. Tottenham Hotspurs minimal harus mencetak empat gol tanpa balas atau harus menang dengan selisih lima gol. Suatu pekerjaan yang mustahil apalagi lawan mereka Real Madrid penampilannya sedang meningk...

Satu Kaki Madrid Injak Semi-Final

Rabu (6/4) dinihari, Real Madrid kembali memainkan laga babak perempat final Leg-1 Liga Champions dengan menjamu tim debutan asal Inggris Tottenham Hotspurs di Stadion Santiago Bernabeu. Real Madrid yang telah absen selama 7 musim dalam babak perempat final tampil dominan dalam pertandingan tersebut. Hal tersebut ditandai dengan Gol pemain pinjaman asal Manchester City, Emanuel Adebayor pada menit ke-4 setelah berhasil menyundul umpan sepak pojok yang dilakukan oleh Mesut Ozil. Petaka Tottenham hadir pada menit ke-15 setelah Peter Crouch menerima kartu kuning kedua setelah melanggar bek Madrid, Marcelo. Bermain dengan 10 orang praktis pertandingan babak pertama menjadi milik Madrid. Namun Gol kedua yang dinanti Madrid tidak kunjung hadir. Memasuki babak kedua, pelatih Tottenham, Harry Redknapp menambah daya serang timnya dengan memasukkan Jermaine Defoe menggantikan gelandang serang Rafael Van der Vaart. Namun hal tersebut justru membuat lini teng...