Langsung ke konten utama

Akhiri Kutukan Lyon


Jose Mourinho menujukkan kelasnya sebagai manager terbaik setelah berhasil membawa klubnya Real Madrid lolos dari babak 16 besar. Real Madrid berhasil menyingkirkan wakil Prancis Olympique Lyonnais dengan agregat 4-1 setelah pada leg-1 pertama di Stade de Gerland bermain imbang 1-1, kemudian pada leg-2 di Santiago Bernabeu berhasil menghempaskan wakil Prancis tersebut dengan skor 3-0. Dengan hasil tersebut, Madrid berhasil menghapus duka selama 7 musim tidak mampu lolos ke babak 8 besar. Terakhir kali Madrid lolos ke babak 8 besar adalah pada musim 2003/2004.
Sukses Madrid tersebut tidak lepas dari peran Jose Mourinho. Pelatih bertangan dingin ini datang ke Bernabeu di awal musim 2010/2011 dengan label juara Liga Champions 2010 bersama Inter Milan. Kehadiran Mourinho  memberikan warna lain dalam tim Madrid, terutama setelah datangnya bintang yang bersinar Piala Dunia 2010 yaitu Mesut Ozil dan Sami Khedira. Real Madrid menjadi lebih percaya diri dalam bermain dan lebih memiliki karakter bermain sebagai tim besar. Hal tersebut dibuktikan dengan menyingkirkan Lyon di babak 16 besar Liga champions, klub yang dalam dua musim terakhir menjadi momok menakutkan bagi Madrid.
Pengalaman Mourinho di Eropa tidak usah diragukan. Porto berhasil ia bawa juara pada tahun 2004. Berikutnya Inter Milan pada tahun 2010. Bukan tidak mungkin musim ini Real Madrid ia bawa meraih juara Liga Champions yang terakhir kali diraih pada tahun 2002. Berdasarkan hasil drawing pada Jumat 18 Maret 2011, Real Madrid harus menghadapi kuda hitam asal Inggris Tottenham Hotspurs yang dengan mengejutkan berhasil menyingkirkan AC Milan. Secara tim, Tottenham tidak bisa dianggap remeh. Dengan materi yang cukup baik Tottenham bukan tidak mungkin akan mengejutkan Madrid. Apalagi dalam tim Tottenham terdapat Raffael Van der Vaart, pemain yang “dibuang” Madrid sebagai imbas kedatangan Ozil dan Khedira. Namun, dari sisi pengalaman Tottenham jelas kalah jauh dari Madrid yang telah meraih 9 gelar Champions. Musim ini merupakan musim perdana Tottenham berlaga di Liga Champions. Jelas peluang Madrid untuk melaju ke babak selanjutnya lebih terbuka, ditambah dengan pengalaman Jose Mourinho di kancah Liga Champions.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lekaslah Pulang! Jaga Mental Itu Penting

O ktober memasuki minggu ketiganya di hari ini di tanggal 20. Aku mencoba merenung apa saja yang sudah terjadi dalam 19 hari kebelakang. Memang kalau dipikir-pikir aku sedang memasuki masa burnout. Aku semakin menyadari bahwa burnout ini selalu datang ketika tahun memasuki masa sepertiga akhir. Yah sepertiga kata-kata krusial memang, didalam keyakinanku ada sepertiga malam yang dipercaya tempatnya untuk mengadu kepada yang punya alam semesta agar semuanya dapat didengarkan dan didapatkan solusinya atau jawabanya. Masalah datangnya jawaban pun hanya sang pencipta yang tahu. Tugas sebagai manusia ya hanya meminta. Namun apalah daya sang pendosa ini malah sibuk mengadu, mengetik di blog ini dalam sepertiga malamnya.hehe. Kalau boleh merenungi dan mengeluarkan, ternyata banyak yang membuatku burnout dan aku melampiaskan ke hal-hal lain. Paling umum pasti hal itu membuat produktifitas menurun. Badan ini terasa lelah menghadapi ketidakstabilan kebijakan yang ada di tempat kerja. Saya merasa ...

Selamat Hari Senin Untuk Kesekian Kalinya

Hari ke 293 di tahun 2025, bertepatan dengan hari senin 20 Oktober 2025. Awal pekan yang cerah walaupun suasana hati sedang mendung sebenarnya perkara semalam tim favorit dari kota Merseyside harus takluk dari rival Manchester merahnya. Ya begitulah terkadang kehidupan menciptakan keseimbangan dengan caranya sendiri. Seperti biasa awal pekan disambut dengan pelaksanaan upacara bendera. Pagi ini upacara dipandu oleh kelas XII Sosial 3 dan wali kelasnya sebagai pembina. Sebuah rutinitas biasa khas warisan pendudukan Jepang dimana penduduk desa disuruh berkumpul disebuah tanah lapang dan menghadap ke matahari terbit, hal ini pada saat itu dinamakan sekerei. Sama seperti kebanyakan orang aku menganggap senin itu sangat tidak mengasyikkan untuk disambut. Sebuah hari yang terbiasa kulalui dengan langkah berat. Apalagi harus berhadapan dengan suasana lingkungan   yang sungguh menjemukan. Berhadapan dengan kebijakan-kebijakan setengah matang layaknya tanpa pertimbangan lebih banyak da...

Haaland, Penalti, dan Malam yang Ingin Saya Lupakan

Mo Salah gagal membantu Liverpool melaju di Piala FA Sabtu 4 April 2026, malam yang akan hangat bagi fans Liverpool karena akhirnya Liverpool kembali bermain setelah dua minggu absen karena jeda internasional yang membosankan. Persiapan untuk menonton pun pasti dilakukan apalagi malam ini yang dihadapi adalah rival perburuan juara dalam satu dekade terakhir, yaitu Manchester City. Tentu saja hati sangat berdebar karena ini pertandingan besar, karena menurutku ini sangat layak menjadi pertandingan final. Walaupun kondisi Liverpool belakangan sedang mengalami masa sulit dibawah asuhan Arne Slot. Maka dari itu menyambut laga ini sebenarnya perasaan campur aduk, tentu saja inginnya menang, tapi ada rasa pesimis mengingat performa belakangan ini di Liverpool. Namun setidaknya aku berharap Liverpool bisa memberikan semangat berjuang yang luar biasa dalam pertandingan ini. Harapan sempat ada ketika kick off dimulai Liverpool mampu mengimbangi City bahkan beberapa kali mampu melakukan serangan...