Langsung ke konten utama

Monoton VS Pragmatis

Mungkin hanya segelintir orang yang akan memungkiri keindahan ”Tiki-Taka” ala Barcelona. Simpel namun rumit, itulah yang dapat menggambarkan gaya bermain Barcelona. Formasi 4-3-3 ofensif yang diterapkan oleh Pep Guardiola seakan menjadi sempurna dengan ditunjang kemampuan individu dan operan-operan pendek akurat dari kaki ke kaki. Para pemain diharuskan banyak bergerak tanpa bola untuk membuka dan mencari ruang kosong untuk menerima umpan-umpan terobosan. Diperlukan stamina tinggi dan keakuratan operan untuk menerapkan strategi tersebut. Barcelona beruntung memiliki gelandang- gelandang kreatif yang ada pada diri Xavi Hernandes dan Andres Iniesta, winger-winger pekerja keras seperti Daniel Alves, Maxwell, Messi, dan Pedro. Merekalah yang mampu menghidupkan strategi ”Tiki-Taka” yang diterapkan Barcelona. Selain itu tentu saja pelatih mereka Pep Guardiola yang berada di balik layar permainan indah Barcelona.
Permainan individu dengan melewati beberapa pemain dalam permainan Barcelona jarang dilihat dalam waktu 90 menit pertandingan. Mungkin hanya Messi saja yang sering melakukan hal tersebut. Permainan tersebut sangat bertolak belakang sekali dengan seteru abadi mereka Real Madrid yang sekarang di tangan Jose Mourinho dinilai orang melakukan sepak bola pragmatis. Mou menerapkan strategi bervariasi dalam setiap pertandingan yang cocok untuk membawa timnya menang bukan untuk bermain cantik. Bagi Mou sepak bola adalah Gelar, dan gelar diraih apabila sebuah tim dapat memenangkan pertandingan. Hal tersebut dapat terlihat dalam dua Il Classico dalam sepekn pada tanggal 17 dan 21 April 2011. Mou yang terbiasa menggunakan formasi 4-4-2 atau 4-2-3-1, pada dua pertandingan tersebut ia menggunakan formasi 4-3-3 seperti yang diterapkan Barcelona. Namun, ada hal yang membedakan formasi ofensif Barcelona, Mou lebih memilih strategi ultra defense dengan menempatkan 3 gelandang bertipe bertahan yaitu Pepe, Xabi Alonso, dan Sami Khedira. Dalam kedua pertandingan Il Classico terbukti strategi Mou berhasil mengunci permainan operan-operan pendek Barcelona. Pemain Barcelona terbentur dengan 7 pemain Madrid yang bertipe bertahan. Hasilnya, pada pertemuan pertama dalam lanjutan La Liga Madrid berhasil menahan imbang Barcelona, dan pertandingan kedua madrid mampu unggul 1-0 melalui perpanjangan waktu dan meraih juara Copa del Rey. Strategi Mourinho sukses besar.
Jose Mourinho di balik kontroversial dan sepak bola ”pragmatism” nya perlu di akui dia adalah pelatih sukses dan jenius. Banyak varian strategi yang dapat ia munculkan dalam tiap pertandingan. Ia juga tidak terpaku pada gaya bermain pemain, formasi, posisi natural pemain. Pemain belakang pun apabila diperlukan dalam strategi yang dikembangkannya bisa disulap menjadi pemain tengah yang tangguh. Kejeniusannya inilah yang membuat strateginya susah untuk ditebak. Apabila dibandingkan dengan seterunya Pep Guardiola sungguh sangat berbeda jauh sekali. Ditelaah secara dalam strategi dan formasi yang diterapkan oleh Guardiola lebih terkesan monoton. Guardiola terpaku pada formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1 nya. Dalam setiap pertandingan strategi tersebut tidak pernah dia rubah, yang dia rubah hanya pemain-pemain yang menempati tiap-tiap posisi dalam formasi tersebut.
Pertemuan kedua pelatih papan atas dalam musim ini masih tersisa dua laga lagi. Hal tersebut terjadi dalam ajang tertinggi di benua biru, yaitu Liga Champions. Dua laga ini menjadi penentuan siapa dari kedua pelatih tersebut yang unggul. Dari tiga pertandingan sebelumnya Barcelona dan Madrid sama-sama mengantongi satu kemenangan dan satu seri. Dalam perolehan gelar musim ini Madrid unggul karena sudah meraih piala Copa del Rey setelah mengalahkan Barcelona. Namun di La Liga langkah Barcelona sepertinya juga sudah susah untuk dibendung. Dapat dikatakan Barcelona berpeluang besar merengkuh gelar di Liga Spanyol. Jadi penentuan akan terjadi di Liga Champions. Siapakah yang mampu membawa timnya lolos ke final Liga Champions yang akan diselenggarakan di Stadion kehormatan rakyat Inggris Wembley?

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lekaslah Pulang! Jaga Mental Itu Penting

O ktober memasuki minggu ketiganya di hari ini di tanggal 20. Aku mencoba merenung apa saja yang sudah terjadi dalam 19 hari kebelakang. Memang kalau dipikir-pikir aku sedang memasuki masa burnout. Aku semakin menyadari bahwa burnout ini selalu datang ketika tahun memasuki masa sepertiga akhir. Yah sepertiga kata-kata krusial memang, didalam keyakinanku ada sepertiga malam yang dipercaya tempatnya untuk mengadu kepada yang punya alam semesta agar semuanya dapat didengarkan dan didapatkan solusinya atau jawabanya. Masalah datangnya jawaban pun hanya sang pencipta yang tahu. Tugas sebagai manusia ya hanya meminta. Namun apalah daya sang pendosa ini malah sibuk mengadu, mengetik di blog ini dalam sepertiga malamnya.hehe. Kalau boleh merenungi dan mengeluarkan, ternyata banyak yang membuatku burnout dan aku melampiaskan ke hal-hal lain. Paling umum pasti hal itu membuat produktifitas menurun. Badan ini terasa lelah menghadapi ketidakstabilan kebijakan yang ada di tempat kerja. Saya merasa ...

Selamat Hari Senin Untuk Kesekian Kalinya

Hari ke 293 di tahun 2025, bertepatan dengan hari senin 20 Oktober 2025. Awal pekan yang cerah walaupun suasana hati sedang mendung sebenarnya perkara semalam tim favorit dari kota Merseyside harus takluk dari rival Manchester merahnya. Ya begitulah terkadang kehidupan menciptakan keseimbangan dengan caranya sendiri. Seperti biasa awal pekan disambut dengan pelaksanaan upacara bendera. Pagi ini upacara dipandu oleh kelas XII Sosial 3 dan wali kelasnya sebagai pembina. Sebuah rutinitas biasa khas warisan pendudukan Jepang dimana penduduk desa disuruh berkumpul disebuah tanah lapang dan menghadap ke matahari terbit, hal ini pada saat itu dinamakan sekerei. Sama seperti kebanyakan orang aku menganggap senin itu sangat tidak mengasyikkan untuk disambut. Sebuah hari yang terbiasa kulalui dengan langkah berat. Apalagi harus berhadapan dengan suasana lingkungan   yang sungguh menjemukan. Berhadapan dengan kebijakan-kebijakan setengah matang layaknya tanpa pertimbangan lebih banyak da...

Kisah Suku Sukus Dan Tukus

Tulisan kali ini saya akan mencoba menghadirkan sebuah kisah yang menggambarkan bagaimana sistem kapitalis berkembang dan merubah tatanan kehidupan suatu wilayah. Kisah ini saya kutip langsung dari buku berjudul Satanic Finance karya A. Riawan Amin. Oke langsung saja berikut kisahnya. Syahdan di suatu samudera terdapat dua pulau yang bertetangga sebut saja Pulau Aya dan Pulau Baya. Di pulau Aya, suku Sukus hidup sejahtera. Mereka dikaruniai daratan yang subur. Mereka hidup bercocok tanam. Pertanian mereka menghasilkan sayuran dan buah-buahan tropis. Ikan dan sumber daya laut sangat melimpah. Tidak hanya itu, pulau Aya terkenal dengan panoramanya yang indah. Gemericik air terjun bisa ditemui di banyak tempat. Sungai-sungainya yang jernih juga menjadi daya tarik tersendiri. Tak heran bila pulau ini menjadi tempat tujuan para pelancong dan wisatawan lokal maupun luar pulau. Masyarakat Sukus dikenal memiliki peradaban yang cukup maju. Mereka beruntung, pulau yang mereka tempati...