Langsung ke konten utama

Sumbangsih Kaka Untuk Milan



       Bursa transfer musim panas 2013 memiliki cerita lain selain mega transfer Gareth Bale. Masuknya Gareth Bale membuat Madrid harus merampingkan skuadnya untuk mengefisiensikan  finansial klub. Pemain seperti Gonzalo Higuain, Mesut Ozil, dan Raul Albiol harus hengkang. Menjelang bursa transfer ditutup terjadi kejutan dimana Ricardo Kaka memilih untuk pergi ke tim yang telah membesarkan namanya, AC Milan.
        Kepindahan Kaka cukup mengejutkan mengingat Real Madrid berhasil mendatangkan pelatih yang berhasil membesarkan namanya di Eropa yaitu, Carlo Ancelotti. Kedatangan Carletto –sapaan akrab Ancelotti- dianggap akan mengembalikan sentuhan ajaib Kaka seperti di Milan. Namun, Kaka memutuskan lebih memilih untuk kembali ke Milan agar mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak mengingat menumpuknya pemain tengah di Madrid.
        Demi kepindahannya ke Milan tersebut, Kaka bahkan rela gaji yang diterimanya di Milan dipangkas hingga 50% dari gajinya di Madrid. Hal tersebut menunjukkan betapa inginnya Kaka pindah dari Madrid menuju AC Milan. Keputusan tersebut tentu saja disambut gembira para milanisti terutama di Italia, mengingat mereka berhasil membawa “pulang” puzzle yang hilang.
        Kembalinya Kaka ke AC Milan memberikan harapan besar kepada pendukung Milan akan kembalinya kejayaan klub.  Sayang, ketika menjalani debut kedua bersama AC Milan saat melawan Torino pada 15 September 2013, Kaka harus mengalami cedera paha. Cedera tersebut membuat Kaka akan menepi kurang lebih satu bulan.
        Namun, walaupun sedang cedera, Kaka menunjukkan sumbangsihnya untuk AC Milan. Ia rela untuk tidak menerima gaji selama proses penyembuhan cedera tersebut. Hal tersebut diapresiasi Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani, “Kaka membuat keputusan luar biasa ketika dia memutuskan tak menerima gaji selama mengalami cedera. Dia pantas mendapatkan acungan jempol.” Ucap Galliani.
        Hal tersebut menunjukkan betapa Kaka sangat mencintai AC Milan. Bahkan ketika menjalani musim pertamanya bersama AC Milan yang berujung pada Juara Serie A musim 2003/2004, Kaka sempat berkata, “Dalam darah saya mengalir DNA Milan”.

ERN 
23/9/2013 (22:45)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lekaslah Pulang! Jaga Mental Itu Penting

O ktober memasuki minggu ketiganya di hari ini di tanggal 20. Aku mencoba merenung apa saja yang sudah terjadi dalam 19 hari kebelakang. Memang kalau dipikir-pikir aku sedang memasuki masa burnout. Aku semakin menyadari bahwa burnout ini selalu datang ketika tahun memasuki masa sepertiga akhir. Yah sepertiga kata-kata krusial memang, didalam keyakinanku ada sepertiga malam yang dipercaya tempatnya untuk mengadu kepada yang punya alam semesta agar semuanya dapat didengarkan dan didapatkan solusinya atau jawabanya. Masalah datangnya jawaban pun hanya sang pencipta yang tahu. Tugas sebagai manusia ya hanya meminta. Namun apalah daya sang pendosa ini malah sibuk mengadu, mengetik di blog ini dalam sepertiga malamnya.hehe. Kalau boleh merenungi dan mengeluarkan, ternyata banyak yang membuatku burnout dan aku melampiaskan ke hal-hal lain. Paling umum pasti hal itu membuat produktifitas menurun. Badan ini terasa lelah menghadapi ketidakstabilan kebijakan yang ada di tempat kerja. Saya merasa ...

Selamat Hari Senin Untuk Kesekian Kalinya

Hari ke 293 di tahun 2025, bertepatan dengan hari senin 20 Oktober 2025. Awal pekan yang cerah walaupun suasana hati sedang mendung sebenarnya perkara semalam tim favorit dari kota Merseyside harus takluk dari rival Manchester merahnya. Ya begitulah terkadang kehidupan menciptakan keseimbangan dengan caranya sendiri. Seperti biasa awal pekan disambut dengan pelaksanaan upacara bendera. Pagi ini upacara dipandu oleh kelas XII Sosial 3 dan wali kelasnya sebagai pembina. Sebuah rutinitas biasa khas warisan pendudukan Jepang dimana penduduk desa disuruh berkumpul disebuah tanah lapang dan menghadap ke matahari terbit, hal ini pada saat itu dinamakan sekerei. Sama seperti kebanyakan orang aku menganggap senin itu sangat tidak mengasyikkan untuk disambut. Sebuah hari yang terbiasa kulalui dengan langkah berat. Apalagi harus berhadapan dengan suasana lingkungan   yang sungguh menjemukan. Berhadapan dengan kebijakan-kebijakan setengah matang layaknya tanpa pertimbangan lebih banyak da...

Kisah Suku Sukus Dan Tukus

Tulisan kali ini saya akan mencoba menghadirkan sebuah kisah yang menggambarkan bagaimana sistem kapitalis berkembang dan merubah tatanan kehidupan suatu wilayah. Kisah ini saya kutip langsung dari buku berjudul Satanic Finance karya A. Riawan Amin. Oke langsung saja berikut kisahnya. Syahdan di suatu samudera terdapat dua pulau yang bertetangga sebut saja Pulau Aya dan Pulau Baya. Di pulau Aya, suku Sukus hidup sejahtera. Mereka dikaruniai daratan yang subur. Mereka hidup bercocok tanam. Pertanian mereka menghasilkan sayuran dan buah-buahan tropis. Ikan dan sumber daya laut sangat melimpah. Tidak hanya itu, pulau Aya terkenal dengan panoramanya yang indah. Gemericik air terjun bisa ditemui di banyak tempat. Sungai-sungainya yang jernih juga menjadi daya tarik tersendiri. Tak heran bila pulau ini menjadi tempat tujuan para pelancong dan wisatawan lokal maupun luar pulau. Masyarakat Sukus dikenal memiliki peradaban yang cukup maju. Mereka beruntung, pulau yang mereka tempati...