Langsung ke konten utama

Duet Maut Eropa Dan Duet Maut Latin



Setelah kurang lebih dua bulan gonjang-ganjing transfer Gareth Bale dari Tottenham Hotspurs ke Real Madrid menghiasi media massa, akhirnya pada senin 2 September 2013 transfer itu menjadi kenyataan. Real Madrid berhasil menyelesaikan saga transfer dengan dana 100 juta Euro atau kurang lebih dari 1,5 triliun Rupiah. Transfer Bale tersebut secara otomatis berhasil memecahkan rekor transfer termahal dunia milik Cristiano Ronaldo saat pindah dari Manchester United menuju Real Madrid.
Bergabungnya Bale ke Real Madrid menimbulkan efek domino di bursa transfer terutama bagi dua bintang Madrid. Tidak lama berselang pasca resminya Bale ke Madrid, Kaka ”dipulangkan” Madrid ke klub yang membesarkan namanya di Eropa, AC Milan, tanpa dana sepeserpun. Kemudian setelah itu diikuti oleh Mesut Ozil yang dilepas ke Arsenal. Arsenal harus membayar 50 juta Euro untuk mendapatkan jasa pemain timnas Jerman tersebut. Kedua pemain bintang tersebut dilepas tentu saja untuk menyeimbangkan neraca keuangan Madrid mengingat gaji mereka di Madrid tidaklah kecil, dan gaji Bale di Madrid pun ditengarai kurang lebih dari 5,2 miliar Rupiah per pekan.
Kini Real Madrid berhasil menciptakan duet pemain termahal di dunia sekaligus duet maut Eropa dalam sosok Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale. Sebelumnya tim rival mereka, Barcelona, berhasil menciptakan duet Amerika Latin dalam diri Lionel Messi dan Neymar. Neymar sendiri telah memulai debutnya di La Liga di pekan pertama saat masuk sebagai pemain pengganti pada pertandingan Barcelona menjamu Levante. Namun, hingga pertandingan ketiga La Liga Neymar masih belum mampu mencetak gol. melihat hal itu adaptasi terhadap tempat baru menjadi kunci, dan Bale bukan pengecualian. Bale harus bisa cepat beradaptasi dengan para pemain bintang Real Madrid. Namun yang pasti La Liga musim ini akan diwarnai persaingan duet maut Eropa melawan duet maut Amerika Latin.
ERN
3-9-2013 (5:06)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lekaslah Pulang! Jaga Mental Itu Penting

O ktober memasuki minggu ketiganya di hari ini di tanggal 20. Aku mencoba merenung apa saja yang sudah terjadi dalam 19 hari kebelakang. Memang kalau dipikir-pikir aku sedang memasuki masa burnout. Aku semakin menyadari bahwa burnout ini selalu datang ketika tahun memasuki masa sepertiga akhir. Yah sepertiga kata-kata krusial memang, didalam keyakinanku ada sepertiga malam yang dipercaya tempatnya untuk mengadu kepada yang punya alam semesta agar semuanya dapat didengarkan dan didapatkan solusinya atau jawabanya. Masalah datangnya jawaban pun hanya sang pencipta yang tahu. Tugas sebagai manusia ya hanya meminta. Namun apalah daya sang pendosa ini malah sibuk mengadu, mengetik di blog ini dalam sepertiga malamnya.hehe. Kalau boleh merenungi dan mengeluarkan, ternyata banyak yang membuatku burnout dan aku melampiaskan ke hal-hal lain. Paling umum pasti hal itu membuat produktifitas menurun. Badan ini terasa lelah menghadapi ketidakstabilan kebijakan yang ada di tempat kerja. Saya merasa ...

Selamat Hari Senin Untuk Kesekian Kalinya

Hari ke 293 di tahun 2025, bertepatan dengan hari senin 20 Oktober 2025. Awal pekan yang cerah walaupun suasana hati sedang mendung sebenarnya perkara semalam tim favorit dari kota Merseyside harus takluk dari rival Manchester merahnya. Ya begitulah terkadang kehidupan menciptakan keseimbangan dengan caranya sendiri. Seperti biasa awal pekan disambut dengan pelaksanaan upacara bendera. Pagi ini upacara dipandu oleh kelas XII Sosial 3 dan wali kelasnya sebagai pembina. Sebuah rutinitas biasa khas warisan pendudukan Jepang dimana penduduk desa disuruh berkumpul disebuah tanah lapang dan menghadap ke matahari terbit, hal ini pada saat itu dinamakan sekerei. Sama seperti kebanyakan orang aku menganggap senin itu sangat tidak mengasyikkan untuk disambut. Sebuah hari yang terbiasa kulalui dengan langkah berat. Apalagi harus berhadapan dengan suasana lingkungan   yang sungguh menjemukan. Berhadapan dengan kebijakan-kebijakan setengah matang layaknya tanpa pertimbangan lebih banyak da...

Kisah Suku Sukus Dan Tukus

Tulisan kali ini saya akan mencoba menghadirkan sebuah kisah yang menggambarkan bagaimana sistem kapitalis berkembang dan merubah tatanan kehidupan suatu wilayah. Kisah ini saya kutip langsung dari buku berjudul Satanic Finance karya A. Riawan Amin. Oke langsung saja berikut kisahnya. Syahdan di suatu samudera terdapat dua pulau yang bertetangga sebut saja Pulau Aya dan Pulau Baya. Di pulau Aya, suku Sukus hidup sejahtera. Mereka dikaruniai daratan yang subur. Mereka hidup bercocok tanam. Pertanian mereka menghasilkan sayuran dan buah-buahan tropis. Ikan dan sumber daya laut sangat melimpah. Tidak hanya itu, pulau Aya terkenal dengan panoramanya yang indah. Gemericik air terjun bisa ditemui di banyak tempat. Sungai-sungainya yang jernih juga menjadi daya tarik tersendiri. Tak heran bila pulau ini menjadi tempat tujuan para pelancong dan wisatawan lokal maupun luar pulau. Masyarakat Sukus dikenal memiliki peradaban yang cukup maju. Mereka beruntung, pulau yang mereka tempati...