Langsung ke konten utama

Postingan

Total Football – Tiki Taka – La Massia – Barcelona Kembali Ke Dasar Sepak Bola

TIKI-TAKA, semenjak Barcelona kembali meraih tempat di kancah tertinggi sepak bola Eropa gaya permainan ini kembali menarik perhatian. Gaya permainan yang mengadopsi gaya Total Football Belanda ini mengkombinasikan passing pendek akurat dengan pergerakan tanpa bola yang aktif oleh setiap pemain. Sehingga menghasilkan suatu serangan yang efektif dan peralihan ke pertahanan yang cepat dan rapi. Gaya tersebut benar-benar layaknya Total Football Belanda tetapi dengan gaya matador yang ”teratur” dan ”rapi”. Total football muncul dan diperkenalkan pada Piala Dunia 1974. Penciptanya adalah pelatih Belanda saat itu, Rinus Mitchell. Ketika itu Total Football Mitchell menemukan momentum pada diri Johan Crujjf di tim nasional Belanda. Johan Crujjf pemain multi talent dan multi posisi yang menjadi mesin tim Belanda dalam mengatur permainan. Namun, gelar dari Total Football tidak terjadi pada Piala Dunia 1974, karena di final Belanda harus takluk dari Jerman Barat. Gelar yang ditunggu baru hadir...

Kembali Ke Wembley

Final ke-56 Liga Champions telah dipastikan akan mempertemukan Barcelona melawan Manchester United. Pertandingan final akan digelar 28 mei 2011 (Red- atau 29 mei 2011 WIB) di Stadion legendaris Wembley, London. Pertemuan kedua tim di final kali ini menjadi pertemuan kedua dalam kurun waktu 3 tahun. Kita ketahui pada final Liga Champions 2009 di Stadion Olimpico Roma, kedua tim juga saling bertemu. Pada saat itu tim asuhan Pep Guardiola berhasil mengungguli pasukan Sir Alex Ferguson dengan skor 2-0 melalui gol Samuel Eto’o dan Lionel Messi. Semenjak format baru Liga Champions digunakan pada musim 1992/1993, baru sekali terjadi partai ulangan final. Yaitu antara AC Milan melawan Liverpool. Kedua tim bertemu di final pertama pada musim 2004/2005. Kemudian bertemu kembali di Final Liga Champions 2006/2007. Dari dua final tersebut tidak ada dari kedua tim yang unggul. Liverpool menang di Final pertama melalui adu penalti setelah bermain imbang 3-3 di waktu normal 90 menit ditambah 30 menit ...

Monoton VS Pragmatis

Mungkin hanya segelintir orang yang akan memungkiri keindahan ”Tiki-Taka” ala Barcelona. Simpel namun rumit, itulah yang dapat menggambarkan gaya bermain Barcelona. Formasi 4-3-3 ofensif yang diterapkan oleh Pep Guardiola seakan menjadi sempurna dengan ditunjang kemampuan individu dan operan-operan pendek akurat dari kaki ke kaki. Para pemain diharuskan banyak bergerak tanpa bola untuk membuka dan mencari ruang kosong untuk menerima umpan-umpan terobosan. Diperlukan stamina tinggi dan keakuratan operan untuk menerapkan strategi tersebut. Barcelona beruntung memiliki gelandang- gelandang kreatif yang ada pada diri Xavi Hernandes dan Andres Iniesta, winger-winger pekerja keras seperti Daniel Alves, Maxwell, Messi, dan Pedro. Merekalah yang mampu menghidupkan strategi ”Tiki-Taka” yang diterapkan Barcelona. Selain itu tentu saja pelatih mereka Pep Guardiola yang berada di balik layar permainan indah Barcelona. Permainan individu dengan melewati beberapa pemain dalam permainan Barcelona ...

Menjaga Kesucian White Hart Line

Rabu (13/4) waktu Inggris atau Kamis dinihari waktu Indonesia barat tim debutan yang penuh kejutan di Liga Champions musim 2010/2011, Tottenham Hotspurs akan menjalani partai kandang melawan Real Madrid dalam lanjutan leg ke-2 babak perempat final Liga Champions. Dalam laga yang diselenggarakan di White Hart Line tersebut anak asuh Harry Redknapp mengusung mission impossible untuk melanjutkan langkahnya ke babak semi final. Pasalnya, pada leg-1 di Santiago Bernabeu Gareth Bale dkk. takluk empat gol tanpa balas dari tim asuhan Jose Mourinho. Gol-gol pada pertandingan tersebut dicetak oleh Emanuel Adebayor di menit ke-4 dan 57, Angel Di Maria menit ke-73, dan Cristiano Ronaldo menit ke-87. Melihat hasil tersebut peluang anak asuh Harry Redknapp cukup sulit untuk lolos ke babak semi final. Tottenham Hotspurs minimal harus mencetak empat gol tanpa balas atau harus menang dengan selisih lima gol. Suatu pekerjaan yang mustahil apalagi lawan mereka Real Madrid penampilannya sedang meningk...

Satu Kaki Madrid Injak Semi-Final

Rabu (6/4) dinihari, Real Madrid kembali memainkan laga babak perempat final Leg-1 Liga Champions dengan menjamu tim debutan asal Inggris Tottenham Hotspurs di Stadion Santiago Bernabeu. Real Madrid yang telah absen selama 7 musim dalam babak perempat final tampil dominan dalam pertandingan tersebut. Hal tersebut ditandai dengan Gol pemain pinjaman asal Manchester City, Emanuel Adebayor pada menit ke-4 setelah berhasil menyundul umpan sepak pojok yang dilakukan oleh Mesut Ozil. Petaka Tottenham hadir pada menit ke-15 setelah Peter Crouch menerima kartu kuning kedua setelah melanggar bek Madrid, Marcelo. Bermain dengan 10 orang praktis pertandingan babak pertama menjadi milik Madrid. Namun Gol kedua yang dinanti Madrid tidak kunjung hadir. Memasuki babak kedua, pelatih Tottenham, Harry Redknapp menambah daya serang timnya dengan memasukkan Jermaine Defoe menggantikan gelandang serang Rafael Van der Vaart. Namun hal tersebut justru membuat lini teng...

Nasib Sial, Arsenal!!!

Satu per satu peluang Arsenal mendapatkan gelar di musim 2010/2011 berguguran. Pada minggu 27 Februari 2011 peluang Arsenal mendapatkan gelar pertama dikandaskan oleh Birmingham di Final Piala Carling. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Wembley tersebut dimenangkan oleh Birmingham dengan skor 2-1 lewat gol Nicola Zigic di menit ke 28 dan Martins di menit ke 89. Arsenal hanya mampu mencetak satu gol lewat Robbie van Persie pada menit ke-39. Dengan hasil tersebut Arsenal gagal meraih gelar pertama mereka di musim 2010/2011.   Kekalahan tersebut ternyata cukup mempengaruhi mental Arsenal karena belum bisa mematahkan nasib buruk mereka dalam periode paceklik gelar sejak tahun 2005. Selang waktu kurang lebih 9 hari dari final Wembley, tepatnya pada Rabu 9 Maret 2011 Arsenal harus bertandang ke Nou Camp kandang Barcelona dalam lanjutan Liga Champions Leg-2. Pada leg-1 16 Februari 2011 di Emirates Stadium Arsenal berhasil mengalahkan Barcelona dengan skor 2-1 lewat gol Robin Van ...

Akhiri Kutukan Lyon

Jose Mourinho menujukkan kelasnya sebagai manager terbaik setelah berhasil membawa klubnya Real Madrid lolos dari babak 16 besar. Real Madrid berhasil menyingkirkan wakil Prancis Olympique Lyonnais dengan agregat 4-1 setelah pada leg-1 pertama di Stade de Gerland bermain imbang 1-1, kemudian pada leg-2 di Santiago Bernabeu berhasil menghempaskan wakil Prancis tersebut dengan skor 3-0. Dengan hasil tersebut, Madrid berhasil menghapus duka selama 7 musim tidak mampu lolos ke babak 8 besar. Terakhir kali Madrid lolos ke babak 8 besar adalah pada musim 2003/2004. Sukses Madrid tersebut tidak lepas dari peran Jose Mourinho. Pelatih bertangan dingin ini datang ke Bernabeu di awal musim 2010/2011 dengan label juara Liga Champions 2010 bersama Inter Milan. Kehadiran Mourinho   memberikan warna lain dalam tim Madrid, terutama setelah datangnya bintang yang bersinar Piala Dunia 2010 yaitu Mesut Ozil dan Sami Khedira. Real Madrid menjadi lebih percaya diri dalam bermain dan lebih memiliki ...